Gandeng Tenaga Ahli Bupati, MGMP Sejarah Cianjur Dorong Penguatan Wisata Edukasi
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Staf Ahli Bupati Cianjur menekankan bahwa sejarah bukan sekadar artefak masa lalu, melainkan aset strategis bagi masa depan.
CIANJUR – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Cianjur kembali menggelar pertemuan rutin bulanan yang bertempat di Bale Praja Pendopo, Jalan Siliwangi, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.
Pertemuan kali ini terasa istimewa dengan kehadiran Hadi Sutrisno, SE, MM, CHA, Tenaga Ahli Bupati Cianjur Bidang Pariwisata, yang membawa perspektif baru mengenai integrasi sejarah lokal ke dalam sektor pariwisata dan pembangunan daerah.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, Hadi Sutrisno menekankan bahwa sejarah bukan sekadar artefak masa lalu, melainkan aset strategis bagi masa depan.
"Saya menggarisbawahi perihal pentingnya penentuan penanda kota (city landmark) dan revitalisasi situs sejarah lokal sebagai destinasi wisata edukasi yang unggul," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (14/4/2026).
Satu poin paling menarik dalam diskusi ini adalah pernyataan Hadi mengenai 'Wajah Cianjur'.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, masih terus berproses untuk menemukan dan menetapkan ikon kota yang paling orisinal serta mampu merepresentasikan akar sejarah daerah secara mendalam.
Dalam hal ini menurut pandangannya, meski Cianjur kaya akan simbol, dibutuhkan penelusuran sejarah yang lebih komprehensif agar identitas kota memiliki jiwa yang kuat di mata dunia.
Lebih lanjut, Hadi secara khusus menekankan bahwa kontribusi nyata yang dapat dilakukan oleh para pendidik adalah melalui kekuatan bercerita atau storytelling.
Kemudian dirinya memandang guru sejarah bukan sekadar pengajar, melainkan arsitek narasi yang mampu mengubah data kaku menjadi cerita yang menghidupkan sektor pariwisata.
Guru diharapkan dapat memberi nyawa pada setiap situs melalui narasi yang menggugah emosi di ruang kelas, sehingga mampu meningkatkan literasi budaya sekaligus mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Cianjur.
Paparan tersebut disambut dengan antusiasme tinggi oleh para guru sejarah yang hadir. Banyak di antara mereka menyatakan kesiapannya untuk mengeksplorasi teknik bercerita yang lebih modern dan relevan dengan Generasi Z.
"Komitmen ini akan diwujudkan mulai dari penelusuran sejarah lisan di lingkungan sekolah, dokumentasi situs tersembunyi, hingga pengemasan sejarah lokal menjadi konten edukatif yang menarik," kata salah satu pengurus.
Ketua MGMP Sejarah Cianjur, Rani Puspita, SPd, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya siap menjadi mitra proaktif bagi pemerintah daerah. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa upaya pencarian identitas kota memiliki landasan sejarah yang kokoh.
"Kami bertekad membawa sejarah lokal ke ruang kelas dan melatih siswa agar mampu mencintai serta mempromosikan situs sejarah melalui narasi yang kuat, demi membantu pemerintah menemukan identitas city landmark Cianjur yang paling otentik," imbuhnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


