Advertisement
Peristiwa Daerah

BUMD Aneka Usaha Sidoarjo Mandek, Fraksi Gerindra Dorong Revitalisasi untuk Ketahanan Pangan

Fraksi Gerindra DPRD Sidoarjo mengkritik kinerja PT Aneka Usaha (Perseroda) yang dinilai stagnan. Ketua Fraksi, Achmad Muzayin Syfrial, mendorong revitalisasi BUMD tersebut untuk memperkuat ketahanan pangan di Kota Delta melalui pembentukan Pansus.

TIMES Indonesia,
BUMD Aneka Usaha Sidoarjo Mandek, Fraksi Gerindra Dorong Revitalisasi untuk Ketahanan Pangan
H. Achmad Muzayin Syfrial, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sidoarjo. (Foto: Dok. Pribadi)
A-AA+

Sidoarjo Mandeknya peran PT Aneka Usaha Sidoarjo (Perseroda) mulai menuai sorotan. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut dinilai belum mampu memainkan peran strategis, terutama dalam mendukung agenda ketahanan pangan di Kota Delta.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sidoarjo, H. Achmad Muzayin Syfrial menegaskan bahwa problem utama ketahanan pangan di daerah bukan semata pada potensi, melainkan kesiapan instrumen dan infrastruktur pendukung yang belum optimal.

Advertisement

“Untuk mencapai target ketahanan pangan, kita harus siapkan instrumen dan infrastrukturnya terlebih dahulu. Ini tidak bisa berjalan tanpa dukungan kebijakan yang kuat, termasuk Perda yang mengarahkan peran kelembagaan daerah secara strategis,” ujar Muzayin, Selasa (14/4/2026).

Menurut anggota Komisi A DPRD Sidoarjo tersebut, Sidoarjo sejatinya memiliki modal kuat di sektor pangan, mulai dari hortikultura, peternakan, hingga perikanan. Namun, potensi itu belum berdampak maksimal akibat persoalan klasik di sektor distribusi dan tata kelola rantai pasok.

Di sinilah PT Aneka Usaha seharusnya hadir sebagai pemain utama. Sayangnya, hingga kini peran perusahaan daerah tersebut dinilai belum menunjukkan progres signifikan.

“Aneka Usaha selama ini cenderung stagnan dan belum menunjukkan peran strategis dalam pembangunan daerah,” tegas mantan aktivis PMII tersebut.

Opsi Revitalisasi Dibanding BUMD Baru

Sebagai solusi, Fraksi Gerindra mendorong langkah revitalisasi Perseroda daripada membentuk BUMD baru. Muzayin menilai opsi ini jauh lebih realistis di tengah kebutuhan mendesak penguatan ketahanan pangan.

Advertisement

“Kalau membentuk BUMD baru, butuh waktu dan biaya besar. Sementara kebutuhan ketahanan pangan itu mendesak. Jadi yang paling rasional adalah mengoptimalkan Perseroda yang sudah ada,” kata politisi kelahiran 1989 ini.

Revitalisasi yang dimaksud tidak sekadar perubahan administratif, tetapi juga perluasan fungsi usaha. Hal itu mencakup penguatan sektor distribusi pangan, logistik, hingga pengelolaan rantai pasok. Selain itu, aspek permodalan dan kerja sama lintas sektor juga harus diperkuat.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan BUMN, sektor swasta, dan pelaku usaha lokal untuk memperbesar kapasitas usaha Perseroda.

Usulan Pansus DPRD

Langkah politik pun mulai digerakkan. Muzayin mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) di DPRD Sidoarjo untuk mengkaji penguatan peran BUMD, khususnya PT Aneka Usaha.

“Alhamdulillah, Ketua DPRD merespons positif. Ini menunjukkan ada komitmen bersama untuk memperkuat peran BUMD dalam pembangunan daerah,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia