Tradisi Seba 2026: Warga Badui Siap "Turun Gunung" Serahkan Hasil Bumi
Masyarakat Badui akan melaksanakan tradisi Seba pada 24-25 April 2026. Menempuh 160 km jalan kaki untuk menyerahkan hasil bumi kepada Bupati Lebak dan Gubernur Banten.
Lebak – Masyarakat adat Badui Luar dan Badui Dalam di pedalaman Kabupaten Lebak bersiap melaksanakan tradisi Seba pada 24-25 April 2026. Tradisi tahunan ini merupakan bentuk rasa syukur atas hasil pertanian ladang serta ajang silaturahmi kepada kepala daerah (Bupati Lebak dan Gubernur Banten).
Kepala Desa Kanekes sekaligus tetua adat Badui, Jaro Oom, menyatakan bahwa Seba merupakan kegiatan sakral yang wajib dilaksanakan oleh masyarakat adat sebagai pemenuhan janji kepada leluhur.
"Kami melaksanakan tradisi Seba itu karena bagian kegiatan sakral yang harus dilaksanakan oleh masyarakat adat," ujar Jaro Oom di Lebak, Selasa (14/4/2026).
Meski jumlah peserta masih dalam tahap pendaftaran, diperkirakan sekitar 1.200 hingga 1.500 warga akan berpartisipasi. Peserta terdiri dari warga Badui Luar yang mengenakan pakaian hitam dengan ikat kepala biru (lomar), serta warga Badui Dalam yang identik dengan pakaian dan ikat kepala serba putih.
Dalam prosesi tersebut, masyarakat adat akan menyerahkan hasil bumi kepada Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Gubernur Banten Andra Soni. Komoditas yang diserahkan antara lain pisang, beras huma, gula aren, kue tepung laksa, iris, ja'at, dan madu.
Khusus warga Badui Dalam dari Kampung Cibeo, Cikawartana, dan Cikeusik, perjalanan akan dilakukan dengan berjalan kaki menempuh jarak sekitar 160 kilometer menuju Rangkasbitung hingga Kota Serang (pulang-pergi) tanpa menggunakan kendaraan.
"Kami berharap perayaan Seba berjalan lancar, aman, dan selamat hingga kembali ke permukiman di pedalaman Kabupaten Lebak," tambah Jaro Oom.
Dorong Ekonomi Lewat Karisma Event Nusantara (KEN)
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak, Yosep Muhamad Holis, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan rangkaian acara pendukung untuk menyambut masyarakat adat. Di antaranya adalah stan UMKM, Ekonomi Kreatif, hingga pameran busana tenun Badui.
Selain itu, rangkaian acara akan dimeriahkan dengan talk show, permainan tradisional, lomba foto, hiburan wayang golek, hingga pergelaran musik. Saat ini, perayaan Seba Badui telah masuk dalam agenda nasional Karisma Event Nusantara (KEN).
"Kita berharap perayaan Seba dapat dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga dapat menggulirkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," jelas Yosep. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


