Advertisement
Peristiwa Daerah

Pengerjaan Jembatan Sentong Bondowoso Dimulai, Pejalan Kaki Masih Bisa Melintas

Proyek penggantian Jembatan Sentong, Bondowoso resmi dimulai pada Selasa (15/4/2026).

TIMES Indonesia,
Pengerjaan Jembatan Sentong Bondowoso Dimulai, Pejalan Kaki Masih Bisa Melintas
Pengerjaan proyek pembangunan ulang Jembatan Sentong di Bondowoso telah dimulai, meski demikian pejalan kaki bisa melintas di Jembatan lama yang belum dirobohkan (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

BONDOWOSO Proyek penggantian Jembatan Sentong, Bondowoso resmi dimulai pada Selasa (15/4/2026). Tahap awal pekerjaan ditandai dengan aktivitas pengeboran menggunakan alat berat di lokasi.

Meski pengerjaan konstruksi telah berjalan, jembatan lama belum dibongkar sepenuhnya. Kondisi ini membuat warga masih dapat melintas, khususnya pejalan kaki. 

Advertisement

Berdasarkan pantauan di lapangan, arus lalu lintas pejalan kaki masih cukup ramai. Namun, aktivitas tersebut berlangsung di tengah kondisi jembatan yang kian rapuh serta area kerja yang dipenuhi material konstruksi.

Sejumlah perlengkapan proyek terlihat menumpuk di lokasi, mulai dari besi spiral bore pile hingga alat berat. Para pekerja juga tampak hilir mudik menyelesaikan tahapan pekerjaan.

Mandor proyek penggantian Jembatan Sentong, Hermawan menjelaskan, akses bagi warga memang belum ditutup total. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tetap waspada.

“Masih bisa dilewati, tapi cukup sulit karena banyak material, pekerja, dan alat berat di tengah,” ujarnya, Rabu (15/4/2026). 

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Bondowoso tengah menyiapkan jembatan darurat di sisi barat lokasi. Fasilitas tersebut dirancang khusus untuk pejalan kaki agar mobilitas warga tetap terjaga selama proses pembangunan berlangsung.

Advertisement

Jembatan darurat dengan anggaran Rp75 juta itu saat ini masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan selesai dalam waktu dua pekan. Pembangunan telah dimulai sejak Minggu (12/4/2026) kemarin. 

Struktur jembatan sementara ini menggunakan material kayu yang dinilai cukup aman untuk dilalui. Meski demikian, penggunaannya direncanakan terbatas hanya untuk pejalan kaki, walaupun secara teknis dinilai mampu menahan beban kendaraan roda dua. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia