Advertisement
Peristiwa Daerah

Puluhan Simpatisan NasDem Probolinggo Kepung Kantor DPD, Desak Tempo Minta Maaf ke Surya Paloh

Suasana di depan kantor DPD Partai NasDem Kota Probolinggo, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, mendadak memanas pada Rabu siang (15/4/26).

TIMES Indonesia,
Puluhan Simpatisan NasDem Probolinggo Kepung Kantor DPD, Desak Tempo Minta Maaf ke Surya Paloh
Puluhan simpatisan Partai Nasdem lakukan aksi damai. (Foto: Sri Hartini/TIMES Indonesia)
A-AA+

PROBOLINGGO Suasana di depan kantor DPD Partai NasDem Kota Probolinggo, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, mendadak memanas pada Rabu siang (15/4/26). Puluhan simpatisan partai berlambang segitiga mercy itu menggelar unjuk rasa dengan nada keras namun tetap tertib.

Aksi dimulai dari titik kumpul di Stadion Bayuangga. Peserta kemudian berjalan beriringan melewati kawasan Alun-alun Kota Probolinggo sebelum akhirnya berhenti di depan kantor DPD setempat. 

Advertisement

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Jangan Merusak Demokrasi Dengan Berita Tendensius” dan “Tempo, Berita Harus Akurat, Bukan Manipulatif”.

Ali Usman, salah satu koordinator lapangan, dalam orasinya menyampaikan dua poin utama pernyataan sikap. Pertama, seluruh kader NasDem keberatan atas pemberitaan Tempo yang dinilai tidak proporsional dan tidak menjunjung etika jurnalistik. 

Kedua, mereka menuntut Tempo meminta maaf secara terbuka dan tertulis kepada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh serta seluruh kader di tanah air.

Puluhan simpatisan Partai Nasdem lakukan aksi damai

“Kami juga mendesak Dewan Pers untuk segera bertindak tegas terhadap Tempo,” tegas Ali Usman di hadapan puluhan peserta aksi.

Advertisement

Setelah orasi, dua lembar pernyataan sikap diserahkan kepada Sekretaris DPD Partai NasDem Kota Probolinggo, Sibro Malisi. Dokumen itu rencananya akan diteruskan ke DPW hingga DPP Partai NasDem.

Sibro Malisi mengatakan bahwa keresahan yang dirasakan simpatisan juga dirasakan oleh jajaran DPD. Menurutnya, pemberitaan yang dimaksud telah menimbulkan kerugian, baik terhadap simbol partai atas nama Surya Paloh maupun terhadap institusi Partai NasDem secara umum.

“Partai NasDem tidak pernah tertutup pada media. Tetapi kami ingin diberitakan secara check and balance ke depannya. Jangan sampai NasDem diberitakan sebagai partai perusahaan,” ujar Sibro.

Ia menambahkan bahwa Partai NasDem adalah partai yang berdaulat dan akan terus berpihak pada upaya mensejahterakan masyarakat. Usai menyampaikan tuntutan, para simpatisan membubarkan diri dengan tertib tanpa insiden berarti.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi Tempo belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan tersebut. Dewan Pers juga masih belum mengumumkan langkah lanjutan atas aduan yang dilayangkan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sri Hartini
PenulisSri HartiniBergabung di TIMES Indonesia sejak 2021. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, Pemerintahan, seni, budaya dan isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia