Embarkasi YIA Perdana, Pemkot Yogyakarta Siapkan Transportasi Khusus untuk Ribuan Jamaah Haji 2026
Pemkot Yogyakarta siapkan transportasi terpadu jamaah haji DIY 2026. Skema baru gunakan hotel sebagai transit sebelum berangkat dari YIA, demi kenyamanan dan kelancaran perjalanan.
YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung kelancaran pemberangkatan jamaah haji Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 1447 H/2026 M. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penyediaan layanan transportasi terpadu dari titik keberangkatan hingga menuju embarkasi di Yogyakarta International Airport (YIA).
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, menegaskan bahwa setiap kabupaten/kota di DIY memiliki peran penting dalam memastikan proses keberangkatan jamaah berjalan lancar dan nyaman.
“Ini merupakan embarkasi perdana di YIA. Setiap daerah punya tanggung jawab masing-masing, termasuk memfasilitasi perjalanan jamaah dari titik kumpul hingga ke bandara,” ujar Dedi usai menghadiri acara pamitan jamaah haji DIY di Bangsal Kepatihan, Rabu (15/4/2026).
Skema Baru: Hotel Jadi Transit Jamaah
Dedi menjelaskan, penyelenggaraan haji tahun ini menghadirkan skema berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Embarkasi YIA belum dilengkapi fasilitas asrama haji, sehingga jamaah akan menginap sementara di hotel sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Kondisi ini membuat kebutuhan transportasi menjadi semakin krusial. Pemerintah pun telah membagi peran secara kolaboratif antara pengelola bandara, Pemerintah Daerah DIY, serta pemerintah kabupaten/kota.
“Pemkot Yogyakarta ikut memfasilitasi kendaraan untuk mobilisasi jamaah, mulai dari titik keberangkatan ke hotel, hingga ke bandara. Walaupun jaraknya dekat, transportasi tetap penting untuk kenyamanan dan ketertiban,” jelasnya.
Selain dukungan teknis, Pemkot Yogyakarta juga memastikan kesiapan pendamping jamaah. Para petugas ini tidak hanya membantu aspek ibadah, tetapi juga kebutuhan sehari-hari jamaah selama perjalanan.
“Pendamping haji sudah disiapkan untuk membantu mulai dari kesehatan, konsumsi, hingga hal-hal kecil seperti barang bawaan. Mereka diharapkan aktif berkoordinasi agar jamaah tetap nyaman dan aman,” tambah Dedi.
Babak Baru Penyelenggaraan Haji Nasional
Sementara itu, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menyebut musim haji tahun ini sebagai momentum penting dalam sejarah penyelenggaraan haji Indonesia. Untuk pertama kalinya, pengelolaan haji ditangani oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
“Ini menjadi babak baru dalam tata kelola pelayanan haji nasional. Harapannya, sistem yang lebih profesional dan terstruktur dapat memberikan manfaat maksimal bagi jamaah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti penggunaan embarkasi YIA dengan konsep hotel sebagai inovasi baru di Indonesia. Skema ini diyakini mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus kenyamanan jamaah selama masa tunggu keberangkatan.
Paku Alam X juga berpesan kepada seluruh jamaah haji DIY agar senantiasa menjaga kesehatan, mempererat kebersamaan, serta mengikuti arahan petugas selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Semoga seluruh jamaah diberikan kelancaran, keselamatan, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur,” tuturnya.
3.830 Jamaah Haji DIY Siap Berangkat
Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah DIY, Jauhar Musthofa, melaporkan bahwa total jamaah haji DIY tahun ini mencapai 3.830 orang. Angka tersebut termasuk tambahan kuota sebanyak 601 jamaah dari alokasi awal.
“Dari jumlah tersebut, terdapat 187 jamaah prioritas lansia yang akan mendapatkan perhatian khusus, serta didampingi oleh 62 petugas kloter,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh jamaah terbagi dalam 11 kelompok terbang (kloter), dengan mayoritas masuk gelombang pertama yang dijadwalkan tiba di Madinah. Seluruh proses keberangkatan akan dilakukan melalui embarkasi YIA yang kini menjadi satu-satunya embarkasi berbasis hotel di Indonesia.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, Pemerintah Kota Yogyakarta optimistis seluruh rangkaian pemberangkatan jamaah haji DIY tahun 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman.
Kolaborasi lintas instansi serta inovasi dalam sistem embarkasi diharapkan mampu memberikan pengalaman ibadah yang lebih baik bagi para jamaah, sekaligus menjadi standar baru dalam pelayanan haji di Indonesia. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


