Advertisement
Peristiwa Daerah

Misteri Jalur Klemuk Kota Batu, Makam Tanpa Nama yang Diyakini Jadi Penjaga Jalur Rawan

Di balik dinginnya udara pegunungan Kota Batu, tersimpan kisah lama yang tak pernah benar-benar terungkap.

TIMES Indonesia,
Misteri Jalur Klemuk Kota Batu, Makam Tanpa Nama yang Diyakini Jadi Penjaga Jalur Rawan
Makam Mbah Klemuk di Jalan Rajekwesi atau Jalur Klemuk (FOTO: Galih Rakasiwi/TIMES Indonesia)
A-AA+

Batu Di balik dinginnya udara pegunungan Kota Batu, tersimpan kisah lama yang tak pernah benar-benar terungkap. Jalur alternatif Klemuk, penghubung Kabupaten Malang melalui Kecamatan Pujon menuju Kota Batu yang melintas di Jalan Rajekwesi, Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamara  Batu, Kota Batu.

Jalur tersebut bukan hanya dikenal karena tanjakan dan turunan ekstremnya, tetapi juga karena sebuah makam misterius yang berdiri sunyi di tepi jalan.

Advertisement

Makam itu tampak sederhana berpagar, beratap, dan dicat hijau dengan bendera merah putih di sisinya. Namun bagi para pengendara yang sering melintas, keberadaannya menyimpan cerita yang jauh lebih dalam dari sekadar pusara tanpa nama.

"Sudah dari dulu ada, bahkan sejak saya masih belum lahir. Keberadaan makam tersebut hingga kini tak diketahui pasti asal-usulnya. Hanya dari cerita turun temurun," ujar Bambang warga Songgoriti, Rabu (15/4/2026).

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, makam itu diyakini sebagai peristirahatan terakhir sosok yang disebut Mbah Klemuk, Nyai Klemuk, atau Sri Gati. Namun, tak satu pun versi mampu memastikan identitas sebenarnya dari sosok yang dimakamkan di sana.

Makam Mbah Klemuk 2

Kisah yang paling sering diceritakan menyebutkan bahwa sosok tersebut adalah seorang nenek tua yang setiap hari berjalan kaki melintasi jalur hutan untuk berdagang. Ia disebut bukan warga setempat, namun rutin melewati jalur tersebut dari pagi hingga sore hari.

Advertisement

"Dari cerita sang nenek melintas di sana setiap hari. Jadi berangkat pagi, pulang sore. Tapi bukan orang sini," katanya.

Cerita berubah menjadi tragis ketika suatu hari sang nenek dikabarkan menumpang kendaraan tradisional berupa cikar. Nahas, tepat di lokasi yang kini menjadi makam, kendaraan tersebut terguling. 

"Sang nenek meninggal di tempat, dan karena tak diketahui asal usulnya, warga memakamkannya di lokasi kejadian," urainya.

Seiring waktu, makam itu justru menjadi pusat berbagai kisah mistis. Banyak yang mengaitkan keberadaannya dengan seringnya kecelakaan di jalur Klemuk jalur yang dikenal curam dan rawan rem blong.

Tak sedikit pula yang percaya adanya sosok gaib penunggu jalur tersebut. Bahkan, sebagian pengendara mengaku selalu membunyikan klakson saat melintas sebagai bentuk penyampaian permisi demi keselamatan.

"Kalau lewat situ, ya klakson. Biar selamat," ujar Teguh yang tiap hari melintas ketika bekerja.

Selain itu, cerita-cerita tersebut berkembang dari generasi ke generasi. Ada yang menyebut lokasi itu sebagai tempat bertapa, ada pula yang meyakini munculnya sosok ular atau nenek gaib sebagai pertanda perubahan nasib bagi mereka yang ditemui.

Meski begitu, kebenaran kisah-kisah tersebut tak pernah bisa dipastikan. Semua hanya bersandar pada cerita lisan tanpa sumber pasti.

Bahkan ketika malam hari sering ditemui ada beberapa orang mengirim doa atau Ngalap Berkah di makam tersebut dengan menyalakan dupa serta ritual sesaji sebagai pengiring doa. Terlebih saat hari-hari tertentu, misalnya malam Jumat Legi versi kalender Jawa atau malam Suro. 

Di sisi lain, jalur Klemuk sendiri memiliki sejarah panjang. Sudah ada sejak awal abad ke 20 sebagai jalan setapak, jalur ini kemudian diperlebar dan diaspal pada era modern untuk menjadi alternatif penghubung Kabupaten Malang - Kota Batu. 

Namun, kondisi geografisnya yang ekstrem membuat jalur ini kerap memakan korban, hingga akhirnya dibatasi penggunaannya, terutama bagi roda empat atau roda dua matic.
 
Terlepas dari mitos yang menyelimuti, keberadaan makam misterius itu kini justru menjadi penanda tak resmi bagi para pengendara, bahwa di jalur tersebut, kehati-hatian adalah hal utama.(*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia