Advertisement
Peristiwa Daerah

Wamendagri Bima Arya: Kampung Bahagia Jambi Berpotensi Jadi Percontohan Nasional

Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengapresiasi program Kampung Bahagia di Kota Jambi. Dengan dana Rp100 juta per RT, program ini diharapkan menjadi model nasional pemberdayaan masyarakat.

TIMES Indonesia,
Wamendagri Bima Arya: Kampung Bahagia Jambi Berpotensi Jadi Percontohan Nasional
Wamendagri Bima Arya Sugiarto bersama Wali Kota Jambi Maluna dan ketua forum RT Kota Jambi Suparyono (dua dari kanan) saat mengunjungi Program Kampung Bahagia di Kelurahan Kenali Asam Bawah Kota Jambi, Rabu (15/4/2026). ( ANTARA/Agus Suprayitno)
A-AA+

JAMBI – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menilai program "Kampung Bahagia" di Kota Jambi memiliki potensi besar untuk diadopsi sebagai program nasional. Inovasi berbasis komunitas ini dinilai mampu memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus transparansi anggaran di tingkat akar rumput.

"Ini mudah-mudahan kalau berhasil, maka bisa diduplikasi, tidak saja di Jambi tetapi di rukun tetangga (RT) lain di Indonesia," ujar Bima saat melakukan kunjungan kerja ke RT 14, Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Rabu (15/4/2026).

Advertisement

Mantan Wali Kota Bogor tersebut menekankan bahwa Kampung Bahagia bukan sekadar penataan fisik lingkungan. Lebih dari itu, program ini merupakan instrumen penting untuk menciptakan standar pengelolaan keuangan yang akuntabel, tidak konsumtif, dan berorientasi jangka panjang. Selain itu, program ini membawa pesan kuat tentang pentingnya gotong royong dan keterlibatan langsung warga dalam mengelola lingkungan.

Bima juga mengingatkan agar pengelolaan dana di tingkat Kelompok Kerja (Pokja) dan RT memiliki standar operasional yang jelas. Ia meminta dinas terkait terus mendampingi dan mengawasi jalannya program agar memberikan dampak berkelanjutan pada kualitas hidup dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Terkait keberlanjutan program, Bima melontarkan tantangan kepada Pemerintah Kota Jambi untuk membuktikan efektivitas program ini dalam satu tahun ke depan.

"Pak Wali kita tantang dulu satu tahun ini, kita lihat dulu angka-angkanya sebelum dan setelahnya bagaimana. Kalau nanti ada hasilnya, saya yakin reward (penghargaan) itu akan menunggu," tegasnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Jambi mengalokasikan dana langsung sebesar Rp100 juta per RT untuk mendukung program ini. Dana tersebut dikelola untuk kebutuhan infrastruktur dasar seperti perbaikan jalan, drainase, hingga fasilitas penerangan jalan.

Advertisement

Ketua Forum RT Kota Jambi, Suparyono, menambahkan bahwa kehadiran Kampung Bahagia sangat berarti dalam menciptakan rasa aman dan nyaman. Menurutnya, program ini menumbuhkan rasa kepemilikan kolektif karena masyarakat ikut terlibat aktif membangun lingkungan mereka sendiri.

"Kami telah memasang kamera pengawas di setiap sudut strategis untuk memberikan rasa aman, termasuk kegiatan jaga malam (Siskamling) rutin untuk menumbuhkan kebersamaan," ungkap Suparyono. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia