Advertisement
Peristiwa Daerah

Distribusi Pupuk Bersubsidi 2026 Dimulai di Bantul, Realisasi Baru 15 Persen

Sebagian besar pupuk masih dalam proses distribusi untuk mendukung produktivitas pertanian secara merata sesuai kebutuhan musim tanam pada masing-masing wilayah di Bantul.

TIMES Indonesia,
Distribusi Pupuk Bersubsidi 2026 Dimulai di Bantul, Realisasi Baru 15 Persen
Ilustrasi pupuk bersubsidi
A-AA+

BANTUL Pemerintah Kabupaten Bantul (Pemkab Bantul) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), mencatat alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 mencapai ribuan ton dan mulai didistribusikan ke seluruh wilayah kapanewon.

Penelaah Teknik Kebijakan Seksi Pupuk, Pestisida, dan Alsinta DKPP Bantul, Retno Puji Astuti, menyampaikan total alokasi pupuk bersubsidi tahun ini meliputi 9.320 ton urea, 8.902 ton NPK, 3 ton NPK formula khusus, serta 487,7 ton pupuk organik yang disalurkan ke 17 kapanewon.

Advertisement

“Wilayah dengan alokasi pupuk urea terbesar berada di Imogiri sebesar 954 ton, disusul Dlingo 822 ton dan Pundong 698 ton. Untuk pupuk NPK, alokasi tertinggi terdapat di Dlingo sebesar 1.057 ton dan Imogiri 1.024 ton,”  ujar Retno, Kamis (16/4/2026). 

Ia menambahkan, distribusi pupuk organik terbesar tercatat di Sewon sebesar 507 ton, diikuti Bantul 457 ton dan Imogiri 447 ton.

Sementara itu, pupuk NPK formula khusus dialokasikan terbatas di beberapa wilayah, seperti Srandakan, Sanden, dan Bambanglipuro.

Hingga 31 Maret 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi mencapai 2.824 ton atau sekitar 15 persen dari total alokasi pupuk urea dan NPK. Rinciannya terdiri atas 1.356 ton pupuk urea dan 1.467 ton pupuk NPK.

“Realisasi tertinggi berada di Kretek sebesar 258 ton atau sekitar 23 persen dari alokasi, diikuti Pandak 236 ton (21 persen) dan Bantul 220 ton (20 persen). Sementara Imogiri dan Dlingo masih sekitar 10 persen,” jelasnya.

Advertisement

Menurut Retno, distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Bantul saat ini masih dalam tahap awal penyaluran.

“Sebagian besar pupuk masih dalam proses distribusi untuk mendukung produktivitas pertanian secara merata sesuai kebutuhan musim tanam di masing-masing wilayah,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Soni Haryono
PenulisSoni HaryonoSarjana Ekonomi UPN Veteran Yogyakarta (1993). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia