Advertisement
Peristiwa Daerah

Program MBG Belum Terealisasi, Lansia di Pangandaran Kehilangan Bantuan Permakanan

Setelah programnya dihentikan, kondisi lansia yang hidup sebatang kara kini banyak bergantung pada kepedulian masyarakat sekitar dan dukungan pemerintah desa setempat.

TIMES Indonesia,
Program MBG Belum Terealisasi, Lansia di Pangandaran Kehilangan Bantuan Permakanan
Wiragita Arifni Matahari, Staf Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Sosial Pangandaran saat diwawancara (FOTO : Acep Rifki Padilah/TIMES Indonesia)
A-AA+

PANGANDARAN Program permakanan lansia dari Kementerian Sosial yang telah berjalan sejak 2022 resmi dihentikan dan akan digantikan Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, program itu hingga kini belum terealisasi di Kabupaten Pangandaran.

Staf Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Sosial Pangandaran, Wiragita Arifni Matahari, mengatakan sebelumnya program permakanan menyasar lansia dengan kriteria tertentu.

Advertisement

"Penerima manfaat merupakan lansia usia 75 tahun, tinggal sendiri, dan masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)," ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, dalam program permakanan lansia dari Kemensos itu setiap penerima mendapatkan satu kali pengantaran untuk dua kali makan, yang terdiri dari nasi, sayur, lauk nabati, lauk hewani, buah, dan air mineral.

Menu makanan juga dirotasi setiap 10 hari sekali.

Adapun anggaran yang dialokasikan sebesar Rp15.000 per porsi. Berdasarkan data terakhir, terdapat 1.170 lansia penerima manfaat di Pangandaran, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Padaherang.

Setelah programnya dihentikan, kondisi lansia yang hidup sebatang kara kini banyak bergantung pada kepedulian masyarakat sekitar dan dukungan pemerintah desa setempat.

Advertisement

"Untuk lansia yang benar-benar tidak memiliki keluarga, saat ini dibantu oleh warga sekitar dan pemerintah desa," jelasnya.

Sementara itu, pemerintah pusat sebelumnya mewacanakan penyaluran program pengganti melalui MBG mulai Januari 2026. Namun hingga saat ini, distribusi bantuan tersebut belum berjalan.

Rencananya, makanan dalam program MBG akan diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan disalurkan melalui kelompok masyarakat (pokmas) yang sebelumnya terlibat dalam program permakanan.

Belum terealisasinya program pengganti itu menimbulkan kekosongan bantuan bagi lansia penerima manfaat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Acep Rifki Padilah
PenulisAcep Rifki PadilahSarjana Pendidikan STAI KH. Badruzzaman (2023). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya di Pangandaran.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia