Hari Seni Sedunia 2026, Khofifah Ajak Masyarakat Jadikan Seni Perekat Sosial
Gubernur Jatim Khofifah mengajak masyarakat menjadikan seni sebagai perekat sosial dalam peringatan Hari Seni Sedunia 2026.
SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan seni sebagai ruang ekspresi sekaligus perekat sosial dalam momentum peringatan Hari Seni Sedunia 2026, Rabu (15/4/2026).
Peringatan tahun ini mengusung tema “Taman Ekspresi: Memupuk Komunitas Melalui Seni” (A Garden of Expression: Cultivating Community Through Art), yang menegaskan peran seni sebagai ruang bersama untuk membangun koneksi dan memperkuat komunitas.
Khofifah menjelaskan, tema tersebut menggambarkan seni layaknya taman yang hidup dan berkembang melalui keberagaman ekspresi serta kolaborasi antarindividu maupun komunitas.
“Hari Seni Sedunia menjadi momentum penting untuk meneguhkan bahwa seni bukan sekadar ekspresi estetika, tetapi juga ruang bersama yang menumbuhkan kreativitas, memperkuat solidaritas sosial, serta merawat keberagaman budaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, seni memiliki peran strategis dalam membangun peradaban yang inklusif dan berkelanjutan. Selain sebagai media ekspresi, seni juga berfungsi sebagai sarana edukasi, komunikasi, serta penguat dialog antarbudaya.
“Seni mampu menjembatani perbedaan, membuka ruang dialog, dan mempererat hubungan antarmasyarakat. Ini adalah kekuatan seni sebagai bahasa universal,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang mendukung kebebasan berekspresi bagi para pelaku seni. Menurutnya, dukungan terhadap ruang kreatif menjadi kunci agar seni terus berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Selama ruang kebebasan berekspresi terjaga dan pelaku seni mendapat dukungan, seni akan menjadi kekuatan dalam mewujudkan dunia yang damai, inklusif, dan berkeadaban,” tegasnya.
Dalam konteks pembangunan daerah, seni dinilai memiliki kontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, memperkuat identitas budaya lokal, serta meningkatkan kualitas pendidikan.
Khofifah juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan seni di sekolah sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang kreatif dan berkarakter.
“Pendidikan seni tidak hanya membentuk keterampilan, tetapi juga membangun kepekaan, empati, dan cara berpikir kreatif. Ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul,” jelasnya.
Ia pun mengajak masyarakat Jawa Timur untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seni, seperti pameran, diskusi, lokakarya, hingga pertunjukan budaya sebagai bagian dari peringatan Hari Seni Sedunia.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk semakin mendekatkan seni dengan masyarakat sekaligus mengapresiasi para seniman,” tuturnya.
Khofifah berharap peringatan Hari Seni Sedunia menjadi pengingat bahwa seni merupakan bagian penting dalam kehidupan yang mampu memperkuat harmoni sosial.
“Seni adalah taman ekspresi yang harus dirawat bersama. Dari sanalah tumbuh kreativitas, kebersamaan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik,” katanya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


