Advertisement
Peristiwa Daerah

Cuaca Panas Melanda Kota Batu, BPBD Sebut Dampak Peralihan Musim

Cuaca panas di Kota Batu dipicu masa peralihan musim. BPBD imbau warga waspada kekeringan dan kebakaran lahan.

TIMES Indonesia,
Cuaca Panas Melanda Kota Batu, BPBD Sebut Dampak Peralihan Musim
Panas terik di sekitar Alun-alun Batu (FOTO: Galih Rakasiwi/TIMES Indonesia)
A-AA+

BATU Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu menyebut kondisi cuaca di wilayahnya dalam beberapa hari terakhir terasa lebih panas dari biasanya. Fenomena ini merupakan dampak masa peralihan musim, sebagaimana rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, menjelaskan bahwa wilayah Jawa Timur, termasuk Kota Batu, saat ini memasuki fase transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.

Advertisement

“Saat ini memasuki masa peralihan. Pola angin berubah dari angin baratan ke angin timuran atau Monsun Australia,” ujar Suwoko, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, perubahan pola angin tersebut berdampak pada peningkatan suhu udara yang terasa lebih panas dan gerah, bahkan hingga malam hari. BMKG juga memprediksi musim kemarau tahun ini datang secara bertahap mulai April hingga Juni 2026.

“Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus. Bahkan ada potensi kemarau tahun ini lebih panjang dan kering,” jelasnya.

BPBD mengimbau masyarakat untuk mulai mewaspadai potensi bencana yang kerap menyertai musim kemarau, seperti kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kami mengimbau masyarakat bijak dalam penggunaan air dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” tegasnya.

Advertisement

Sementara itu, kondisi cuaca panas juga dirasakan warga. Rini, warga Kelurahan Sisir, mengaku suhu udara dalam beberapa hari terakhir terasa lebih menyengat.

“Sudah tiga sampai empat hari ini panas sekali. Siang gerah, malam juga tidak sedingin biasanya,” katanya.

Hal senada disampaikan Satria, pekerja kurir asal Kelurahan Temas, yang tetap beraktivitas di tengah cuaca panas.

“Panasnya membuat tidak nyaman. Pakai jaket gerah, tidak pakai juga terasa panas di kulit. Tapi tetap harus bekerja,” ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Galih Rakasiwi
PenulisGalih RakasiwiBergabung dengan TIMES Indonesia sejak Februari 2026 dan bertugas di Malang Raya dan sekitarnya. Meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia