Advertisement
Peristiwa Daerah

Konfercab PMII Kota Banjar Tekankan Disiplin Organisasi dan Tantangan Pendidikan Tinggi

Konfercab ke-13 PMII Kota Banjar digelar sebagai momentum regenerasi kepemimpinan, dengan sorotan pada kedisiplinan pengurus dan rendahnya minat lulusan SLTA melanjutkan kuliah.

TIMES Indonesia,
Konfercab PMII Kota Banjar Tekankan Disiplin Organisasi dan Tantangan Pendidikan Tinggi
Mabincab PMII Kota Banjar berikan keterangan seusai kegiatan. (Foto: Susi/Times Indonesia)
A-AA+

BANJAR Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar resmi menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-13 di Gedung KNPI, Kamis (16/4/2026) sore

Forum tertinggi di tingkat cabang ini menjadi momentum krusial bagi keberlangsungan regenerasi kepemimpinan dan kaderisasi organisasi di Kota Banjar.

Advertisement

​Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Kota Banjar, Gun Gun Gunawan Abdul Jawwad, menyampaikan bahwa sejak berdirinya Kota Banjar pada tahun 2003, PMII konsisten menjaga ritme kaderisasi.

Ia berharap Konfercab ke-13 ini mampu melahirkan tongkat estafet kepemimpinan yang lebih masif dan progresif.

​"Alhamdulillah, regenerasi kepemimpinan dan kaderisasi selalu berjalan. Harapannya, Kopercab ke-13 ini bisa melahirkan generasi kepemimpinan yang lebih masif di masa yang akan datang," ujar Gun Gun saat diwawancarai seusai kegiatan.

​Terkait bursa calon ketua, Gun Gun menyebutkan dinamika pemilihan tahun ini cukup dinamis. Meski antusiasme kader untuk maju cukup tinggi, ia menilai jumlah kandidat masih berada dalam koridor yang wajar dan kondusif bagi organisasi.

Evaluasi Kedisiplinan: "Jangan Minta Tambah Waktu"
​Dalam kesempatan tersebut, Gun Gun memberikan catatan evaluasi penting bagi kepengurusan sebelumnya, terutama terkait kedisiplinan.

Ia menekankan bahwa dalam berorganisasi, manajemen waktu adalah kunci profesionalisme.

"Masukan dari Pemkot Banjar maupun Kemenag menekankan soal kedisiplinan. Berorganisasi itu tidak harus menunggu program tuntas 100% baru selesai. Jika masa jabatan habis, ya game over, jangan minta tambah waktu terus," tegasnya.

Advertisement

​Ia mencontohkan, kedisiplinan waktu harus dimulai dari hal-hal kecil seperti ketepatan waktu dalam memulai acara. Baginya, kepengurusan mendatang wajib mengedepankan efisiensi waktu demi menjaga marwah organisasi.

​Kegelisahan Rendahnya Angka Partisipasi ke Perguruan Tinggi
​Selain masalah internal, Gun Gun menyoroti tantangan eksternal yang cukup memprihatinkan, yakni rendahnya minat lulusan SLTA di Kota Banjar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Berdasarkan data yang ia paparkan, pada tahun 2025, dari sekitar 3.900 lulusan SLTA, hanya 5,13% yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

​"Ini fenomena yang sangat memprihatinkan. Banyak anak lulus sekolah hanya ingin segera bekerja. Padahal, kita butuh pemimpin, pengusaha, dan birokrat yang berpendidikan, punya moralitas, dan konsisten," ungkapnya.

Gun Gun berharap, ke depan kader-kader PMII dapat menjadi teladan dan agen perubahan di masyarakat. Ia ingin PMII berperan aktif dalam mengubah pola pikir generasi muda agar tidak hanya berorientasi pada pekerjaan instan, tetapi juga memiliki visi sebagai calon sarjana yang berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

​"Harapannya, kader PMII bisa menjadi contoh yang baik di masyarakat, sehingga para lulusan SLTA terdorong untuk mau melanjutkan ke perguruan tinggi dan menjadi calon-calon sarjana yang bertanggung jawab," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sussie
PenulisSussieSarjana Ilmu Politik Stisip Bina Putera Kota Banjar (2011). Bergabung di Times Indonesia sejak 2021. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan hospitality.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia