Di Balik Keterbatasan, Bupati Solok Tegaskan DLH Garda Terdepan Penjaga Lingkungan
DLH Kabupaten Solok tetap di garda terdepan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan meski penuh keterbatasan, didukung penuh Bupati dan Bunda Lingkungan Hidup.
SOLOK – Di tengah berbagai keterbatasan yang masih dihadapi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Solok tetap berdiri di garis terdepan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Hal itu ditegaskan langsung oleh Bupati Solok Jon Firman Pandu, saat menghadiri silaturahmi keluarga besar DLH, Kamis (16/04/2026), di Kantor DLH Kabupaten Solok.
Kehadiran Bupati bersama Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, Nia Jon Firman Pandu, Kepala DLH Asnur, para Kepala OPD, serta seluruh jajaran DLH, menjadi simbol kuat dukungan pemerintah daerah terhadap para petugas lapangan yang selama ini bekerja tanpa banyak sorotan.
Dalam sambutannya, Bupati tidak hanya menyampaikan apresiasi, tetapi juga mengangkat realitas yang kerap luput dari perhatian publik—bahwa para petugas kebersihan adalah ujung tombak yang setiap hari bersentuhan langsung dengan risiko dan tantangan di lapangan.
“Mereka bekerja saat banyak orang masih terlelap, menghadapi sampah, bau, bahkan risiko kesehatan. Tapi dari tangan merekalah wajah daerah kita tetap terjaga,” ujar Bupati dengan nada penuh penghargaan.
Menurutnya, peran DLH tidak lagi bisa dipandang sebatas pengelolaan sampah, melainkan bagian dari upaya besar menjaga kualitas hidup masyarakat. Lingkungan yang bersih, kata dia, bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut kesehatan, kenyamanan, hingga masa depan daerah.
Namun di balik peran besar itu, Bupati juga mengakui adanya keterbatasan, baik dari sisi sarana prasarana maupun sumber daya manusia. Ia menegaskan, tantangan tersebut harus dijawab dengan kekompakan dan semangat kolektif.
“Kita mungkin belum sempurna dari sisi fasilitas. Tapi dengan kekompakan, integritas, dan semangat melayani, kita bisa menutup kekurangan itu,” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati menyoroti pentingnya membangun kesadaran masyarakat sebagai bagian dari solusi. Ia menilai, persoalan lingkungan tidak akan pernah tuntas jika hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Kesadaran publik adalah kunci. Jika masyarakat mulai disiplin dan peduli, maka beban berat di lapangan akan berkurang, dan kualitas lingkungan kita akan meningkat secara signifikan,” katanya.
Tak hanya bicara teknis, Bupati juga menyinggung aspek integritas. Ia mengingatkan seluruh jajaran DLH agar tetap berhati-hati dalam pengelolaan anggaran dan menjauhi segala bentuk penyimpangan, di tengah meningkatnya pengawasan terhadap keuangan daerah.
“Kepercayaan publik itu mahal. Sekali tercoreng, sulit untuk kembali. Karena itu, jaga amanah ini dengan sebaik-baiknya,” pesannya.
Dalam momentum tersebut, perhatian terhadap kesejahteraan petugas juga terlihat nyata. Bupati menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai bentuk dukungan terhadap keselamatan kerja, sementara Bunda Lingkungan Hidup menyerahkan bantuan sembako sebagai wujud empati kepada para petugas yang selama ini menjadi pahlawan kebersihan.
Suasana silaturahmi yang hangat pasca Idul Fitri itu pun menjadi lebih dari sekadar pertemuan rutin. Ia menjelma menjadi ruang refleksi, penguatan moral, sekaligus penegasan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Dari Arosuka, pesan itu kembali ditegaskan: bahwa di balik jalanan yang bersih dan lingkungan yang tertata, ada kerja keras, dedikasi, dan pengabdian yang tak boleh lagi dipandang sebelah mata. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


