Advertisement
Peristiwa Daerah

Selama Pemberlakuan WFH di Pemkot Cimahi, Penggunaan BBM dan Listrik Jadi Lebih Hemat

Pemkot Cimahi juga melakukan pengawasan untuk mengantisipasi pemakaian energi yang tidak berkenaan dengan pekerjaan.

TIMES Indonesia,
Selama Pemberlakuan WFH di Pemkot Cimahi, Penggunaan BBM dan Listrik Jadi Lebih Hemat
Ilustrasi WFH di lingkup Pemkot Cimahi (FOTO: Arief Pratama/TIMES Indonesia)
A-AA+

CIMAHI Pemerintah Kota Cimahi (Pemkot Cimahi) meyakini kebijakan work from home (WFH) atau bekerja di rumah setiap hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan semakin menghemat energi. Bukan hanya bahan bakar minyak (BBM), tapi juga menghemat listrik.

Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum pada Setda Kota Cimahi, Mochammad Ronny,menyatakan, tentunya dengan adanya WFH setiap hari Jumat ini untuk penggunaan energi akan ada penurunan.

Advertisement

"Kalau untuk pemakaian listrik sudah kelihatan ada penurunan, kalau BBM belum dihitung karena baru dimulai WFH-nya Jumat kemarin," ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Ronny mengungkapkan, tagihan listrik di lingkungan Pemkot Cimahi sendiri sudah mengalami penurunan. Januari 2026 tagihan listrik sebesar Rp100 juta lebih khusus.

Kemudian tagihan listrik itu mengalami penurunan menjadi Rp84 juta di Maret dan Rp74 juta di April. Penurunan tagihan listrik itu dikarenakan Pemkot Cimahi melakukan penghematan pemakaian listrik karena adanya efisiensi anggaran.

Di mana ketika jam kerja sudah selesai semua komponen yang menggunakan listrik seperti lampu, komputer, air conditioner (AC) dan lainnya. Pembatasan penggunakan energi itu dilakukan untuk menghemat anggaran di tengah efisiensi anggaran. 

"Jadi memang dari tahun 2025 kita sudah mulai menghemat listrik. Tentunya dengan adanya WFH ini nsnti akan ada penurunan lagi karena kan penggunaan komputer berkurang dan sebagainya. Untuk BBM juga nanti kita hitung dampaknya dari WFH ini," ungkap Ronny.

Advertisement

Dirinya melanjutkan, perangkat lain seperi kecamatan dan kelurahan serta Mal Pelayanan Publik (MPP) nantinya diminta untuk melaporkan penggunaan energi.

Pemkot Cimahi juga melakukan pengawasan untuk mengantisipasi pemakaian energi yang tidak berkenaan dengan pekerjaan.

"Jadi kita ada monitor, nanti terpantau. Kalau ada lampu yang masih nyala misalnya sedangkan sudah tidak ada kegiatan nanti itu akan kami tegur lewat pimpinannya masing-masing. Kecuali bagi yang lembur," tandas Ronny. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Arief Pratama
PenulisArief PratamaBergabung dengan TIMES Indonesia sejak Februari 2026 dan bertugas di Bandung dan sekitarnya. Meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia