Advertisement
Peristiwa Daerah

Merajut Harmoni, FPK Jombang Satukan Beragam Suku dalam Semangat Toleransi

FPK Jombang gelar Temu Suku dan Etnis di Aula Bung Tomo untuk perkuat toleransi. Gus Zuem dan Gus Salman ajak masyarakat rawat kebhinekaan.

TIMES Indonesia,
Merajut Harmoni, FPK Jombang Satukan Beragam Suku dalam Semangat Toleransi
Ketua FPK Jombang, KH. M. Zaimuddin Wijaya As’ad yang akrab disapa Gus Zuem saat sambutan dalam temu suku dan etnis di Aula Bung Tomo Pemkab Jombang, Jumat (17/4/2026). (FOTO: Rohmadi/TIMES Indonesia)
A-AA+

JOMBANG Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Jombang menggelar kegiatan "Temu Suku dan Etnis" sebagai upaya memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Acara bertema “Merajut Silaturahmi Pasukan Langkah dan Hati Menuju Jombang Sejahtera Penuh Harmoni” ini dilaksanakan di Aula Bung Tomo Pemkab Jombang, Jumat (17/4/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung hangat ini dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, Wakil Bupati Jombang KH Salmanuddin Yazid, Kepala Bakesbangpol Jombang Budi Winarno, serta jajaran asisten dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Advertisement

Keberagaman Indonesia tampak nyata dengan kehadiran perwakilan berbagai suku dan etnis yang bermukim di Jombang, mulai dari suku Batak, Minahasa, Ambon, Bugis, Tionghoa, Banjar, Palembang, NTT, Sunda, Jawa, Madura, Bali, Minang, hingga Papua.

FPK Jombang 2
Suku Papua salah satu suku yang hadir dalam temu suku dan etnis di Aula Bung Tomo Pemkab Jombang, Jumat (17/4/2026). (FOTO: Rohmadi/TIMES Indonesia)

Kepala Bakesbangpol Jombang sekaligus ketua pelaksana, Budi Winarno, menegaskan bahwa Jombang merupakan simbol kota toleransi yang telah lama terbangun melalui kerukunan masyarakatnya.

“Jombang adalah miniatur Indonesia. Berbagai suku, agama, dan budaya hidup berdampingan dengan damai. Ini bukti nyata bahwa toleransi di sini sudah menjadi budaya, bukan sekadar konsep,” ujarnya.

Ketua FPK Jombang, KH M. Zaimuddin Wijaya As’ad atau yang akrab disapa Gus Zuem, menambahkan bahwa forum ini adalah simbol persatuan bangsa yang dimulai dari daerah. Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang ini mengajak seluruh elemen untuk mengimplementasikan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Advertisement

“Kita buktikan bahwa persatuan itu lahir dari kebersamaan. Mari bangkitkan Jombang sebagai kota toleransi yang menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia, bukan sekadar slogan,” tegas Gus Zuem.

Wakil Bupati Jombang, KH Salmanuddin Yazid (Gus Salman), mengapresiasi sinergi lintas budaya ini. Menurutnya, keberagaman suku dan etnis di Jombang merupakan energi positif bagi pemerintah untuk mendorong pembangunan daerah.

FPK Jombang 3
Ketua FPK Jombang, KH. M. Zaimuddin Wijaya As’ad yang akrab disapa Gus Zuem saat sambutan dalam temu suku dan etnis di Aula Bung Tomo Pemkab Jombang, Jumat (17/4/2026). (FOTO: Rohmadi/TIMES Indonesia)

“Persatuan dari berbagai etnis ini menjadi kekuatan kami untuk terus membangun Jombang yang lebih maju dan sejahtera. Sinergi ini adalah kunci stabilitas sosial,” ungkap Gus Salman.

Acara "Temu Suku dan Etnis" ini turut dimeriahkan dengan dialog kebangsaan, penampilan seni budaya dari berbagai daerah, serta sesi silaturahmi antar-komunitas. Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat nilai kebhinekaan di "Kota Santri". (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rohmadi
PenulisRohmadiSarjana Manajemen Pendidikan Islam - STIT - Al Urwatul Wutsqo Jombang (2019), Magister Manajemen Pendidikan Islam - Unipdu Jombang (2023). Jurnalis, Akademisi dan Penulis Buku, Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, religi, seni, budaya dan sejarah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia