Advertisement
Peristiwa Daerah

Kena Prank Laporan Kebakaran Palsu, Damkarmat Banyuwangi Perketat Prosedur Verifikasi

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi memperketat prosedur verifikasi laporan masyarakat. Langkah tersebut diambil sebagai respons tegas setelah petugas terkena prank atau laporan kebakaran palsu yang menguras energi dan sum

TIMES Indonesia,
Kena Prank Laporan Kebakaran Palsu, Damkarmat Banyuwangi Perketat Prosedur Verifikasi
Ilustrasi Damkarmat Banyuwangi. (FOTO : AI Image)
A-AA+

BANYUWANGI Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi memperketat prosedur verifikasi laporan masyarakat. Langkah tersebut diambil sebagai respons tegas setelah petugas terkena prank atau laporan kebakaran palsu yang menguras energi dan sumber daya armada.

Pada Senin (13/4/2026) Call Center Damkarmat Banyuwangi menerima laporan informasi adanya kebakaran di wilayah Kalipuro. Ketika dilakukan pendalaman, pelapor memberikan keterangan yang tidak konsisten dan terkesan membingungkan.

Advertisement

Kecurigaan petugas bermula saat memverifikasi data pelapor. Bukannya mengirimkan titik koordinat melalui fitur live location WhatsApp, pelapor justru diduga hanya menyalin lokasi dari peta digital. 

Tak hanya itu, foto kebakaran yang dilampirkan pun ternyata palsu. Setelah ditelusuri, gambar tersebut merupakan dokumentasi lama kebakaran di wilayah Purwodadi pada tahun 2025. Rentetan bukti ini memastikan bahwa laporan tersebut hanyalah informasi bohong atau hoaks.

"Sejak awal kami sudah curiga karena informasi yang disampaikan pelapor tidak jelas dan berubah-ubah. Kami minta share lokasi langsung serta dokumentasi kejadian," kata Kepala Dinas Damkarmat Banyuwangi, Ir. Edy Supriyono, M.M., melalui Humas Damkarmat, Muammar Kadhafi, Jumat (17/4/2026).

Petugas pemadam kebakaran juga berupaya menelusuri identitas pelapor melalui aplikasi GetContact. Hasilnya, nomor telepon tersebut terdeteksi dengan label nama 'pinjol ilegal'

"Mungkin yang bersangkutan mau tipu kami pakai modus kejadian kebakaran palsu untuk tagih hutang," ujarnya.

Advertisement

Kadhafi menambahkan, kasus laporan palsu seperti ini bukan kali pertama terjadi. Pada tahun sebelumnya, Damkarmat Banyuwangi juga sempat menerima dua laporan palsu terkait evakuasi ular di rumah warga.

“Pada tahun 2025 kami menerima laporan palsu yaitu evakuasi ular, setelah didatangi ternyata prank,” tambahnya. 

Belajar dari pengalaman tersebut, Damkarmat kini memperketat prosedur verifikasi sebelum menerjunkan personel ke lapangan. Pelapor kini wajib mengirimkan lokasi terkini (live location) serta bukti visual berupa foto atau video secara real-time untuk memastikan validitas laporan.

"Langkah ini agar petugas tidak salah bergerak, karena setiap laporan yang masuk menyangkut kesiapan personel dan peralatan," jelasnya.

Kadhafi mengimbau masyarakat untuk tidak menyalahgunakan layanan darurat. Laporan palsu dapat menghambat penanganan kejadian yang sebenarnya membutuhkan pertolongan cepat.

"Kalau petugas sampai bergerak untuk laporan palsu, bisa saja di saat yang sama ada kejadian nyata yang justru terabaikan," tuturnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Syamsul Arifin
PenulisSyamsul ArifinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2016. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia