Pendaftaran Calon Pimpinan BAZNAS Cianjur Masuki Tahap Akhir
Pemerintah Kabupaten Cianjur resmi memulai tahapan seleksi untuk menentukan jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS periode 2026-2031.
CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur resmi memulai tahapan seleksi untuk menentukan jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS periode 2026-2031.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Cianjur, Selamet Riyadi, mengungkapkan bahwa hingga kini sistem pendaftaran daring telah mencatat sembilan nama peminat yang masuk ke meja panitia seleksi.
Fenomena menarik muncul dalam bursa pencalonan kali ini karena tiga sosok petahana dipastikan kembali bertarung untuk mempertahankan posisi mereka.
Selamet Riyadi menjelaskan bahwa pintu pendaftaran masih dibuka bagi publik yang berminat hingga batas akhir tahap administrasi yang jatuh pada tanggal 27 April 2026 mendatang.
Disampaikan Selamet Riyadi bahwa peserta yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi nantinya wajib menempuh serangkaian uji kompetensi yang cukup ketat dengan sistem gugur.
Proses ini diawali dengan Tes Kemampuan Dasar guna memetakan wawasan umum peserta, yang kemudian dilanjutkan dengan tahap penulisan makalah sebagai tolok ukur kedalaman strategi dalam mengelola dana umat.
"Sebagai fase krusial, tes wawancara akan menjadi tahap akhir untuk menyaring kandidat hingga menyisakan sepuluh orang terbaik," ujarnya dalam keterangan yang diterima TIMES Indonesia, Sabtu (18/4/2026).
Sepuluh nama pilihan inilah yang nantinya bakal diproses lebih lanjut hingga terpilih figur-figur yang akan menakhodai lembaga pengelola zakat tersebut untuk masa jabatan lima tahun ke depan.
Dalam hal ini lebih lanjut demi menjaga transparansi dan independensi penilaian, panitia seleksi sengaja dibentuk dengan melibatkan kolaborasi dari tiga elemen berbeda.
Tim penilai tersebut terdiri dari perwakilan Pemerintah Daerah Cianjur, utusan resmi Kementerian Agama, serta keterlibatan tokoh agama maupun tokoh masyarakat yang memiliki integritas tinggi di wilayah tersebut.
Kabag Kesra menegaskan bahwa rekrutmen ini memiliki sifat terbuka secara nasional bagi seluruh warga negara Indonesia tanpa harus berdomisili di Cianjur.
Selamet Riyadi menyatakan bahwa setiap orang yang memenuhi kriteria memiliki hak yang sama untuk mengabdikan diri melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di wilayah Cianjur.
Melalui seleksi yang kompetitif ini, pemerintah daerah menaruh harapan besar agar pimpinan yang terpilih nantinya adalah sosok yang profesional dan mampu melakukan terobosan baru.
"Kami berharap agar para pemimpin baru bisa membawa BAZNAS Cianjur menjadi lembaga yang lebih akuntabel dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata," imbuhnya.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


