Advertisement
Peristiwa Daerah

Pemkot Malang Bidik Pertengahan Mei Mulai Proyek Pasar Gadang, Rampung Akhir Tahun

Pemkot Malang menyiapkan proyek pembangunan jalan kembar di kawasan tersebut dengan anggaran Rp14,9 miliar, yang digadang-gadang menjadi solusi atas persoalan kemacetan, banjir, hingga kerusakan jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

TIMES Indonesia,
Pemkot Malang Bidik Pertengahan Mei Mulai Proyek Pasar Gadang, Rampung Akhir Tahun
Jalan kawasan Pasar Gadang Malang yang bakal dijadikan jalan kembar. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Penantian panjang warga soal perbaikan kawasan Pasar Gadang akhirnya mulai menemukan titik terang. Pemkot Malang menyiapkan proyek pembangunan jalan kembar di kawasan tersebut dengan anggaran Rp14,9 miliar, yang digadang-gadang menjadi solusi atas persoalan kemacetan, banjir, hingga kerusakan jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Proyek strategis yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026 itu mencakup penataan besar-besaran mulai dari perbaikan jalan, pembangunan drainase, hingga rehabilitasi jembatan, dengan target pengerjaan dimulai pertengahan Mei 2026.

Advertisement

Kepala Dinas PUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulahrjanto mengatakan, konsep pembangunan sudah dipaparkan kepada Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, sebagai bagian dari penataan kawasan Pasar Gadang.

“Sudah kami paparkan konsep pembangunan Jalan Pasar Gadang kepada wali kota,” ujar Dandung, Sabtu (18/4/2026).

Pembangunan akan dimulai dari traffic light Pasar Gadang hingga Simpang Empat Jalan Rajasa atau sepanjang 674 meter. Jalan kembar tersebut akan dibangun menggunakan kombinasi material aspal dan beton (rigid), disesuaikan dengan kebutuhan teknis di lapangan.

Tak hanya membenahi badan jalan, proyek ini juga menyasar akar persoalan banjir yang kerap melumpuhkan kawasan tersebut. Pemerintah menyiapkan pembangunan gorong-gorong berdiameter satu meter di sisi kanan dan kiri jalan sebagai penguatan sistem drainase.

“Gorong-gorong akan dibangun di kedua sisi jalan untuk mendukung aliran air,” ungkapnya.

Advertisement

Sementara pada bagian jembatan, pemerintah memilih melakukan pengerukan lapisan aspal lama sebelum pengaspalan ulang agar tidak menambah beban struktur.

“Lapisan lama dikeruk dulu, baru diaspal ulang agar tidak menambah beban,” katanya.

Saat ini, kesiapan lokasi masih berproses, termasuk penataan dan relokasi pedagang di sekitar area proyek yang ditarget paling lambat 25 April 2026 bisa tuntas. Jika seluruh tahapan rampung sesuai jadwal, pengerjaan fisik ditargetkan berlangsung selama enam hingga tujuh bulan.

“Kalau sudah siap, pertengahan Mei bisa mulai. Kita targetkan sekitar 6 sampai 7 bulan selesai,” tuturnya.

Di tengah rencana pembangunan itu, warga menyambut positif proyek yang dinilai sudah sangat mendesak. Fransisca, warga Kelurahan Bumiayu, mengaku kondisi jalan Pasar Gadang selama ini sangat memprihatinkan, terutama saat musim hujan ketika genangan air kerap memicu banjir dan memperparah kemacetan.

“Memang sudah selayaknya diperbaiki. Jalan rusak itu akan semakin parah ketika hujan. Macet juga di sana,” ungkap Fransisca.

Fransisca bahkan mengaku selama ini lebih memilih menghindari jalur Pasar Gadang dan memutar lewat jalur lingkar luar demi menghindari kepadatan lalu lintas.

“Kalau macet itu sudah tidak nyaman. Tapi kalau beli sayuran, ya terpaksa harus lewat situ. Makanya saya tahu itu memang rusak,” ucapnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia