Advertisement
Peristiwa Daerah

Proyek PSEL di Bululawang Butuh Dukungan Warga, Bupati Malang Sanusi Libatkan Bank Sampah

Dengan nilai investasi mencapai Rp3 triliun, keberhasilan proyek ini dinilai tak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga keterlibatan masyarakat.

TIMES Indonesia,
Proyek PSEL di Bululawang Butuh Dukungan Warga, Bupati Malang Sanusi Libatkan Bank Sampah
Bupati Malang HM Sanusi saat menghadiri halal bihalal keluarga besar Ngalam Waste Bank di Pendopo Panji Kepanjen, Minggu (19/4/2026). (Istimewa)
A-AA+

MALANG Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, mulai mendapat sorotan serius.

Dengan nilai investasi mencapai Rp3 triliun, keberhasilan proyek ini dinilai tak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga keterlibatan masyarakat, termasuk komunitas bank sampah.

Advertisement

Hal itu disampaikan Bupati Malang, HM Sanusi, saat menghadiri kegiatan halalbihalal dan santunan anak yatim yang digelar keluarga besar Ngalam Waste Bank di Pendopo Panji Kabupaten Malang, Minggu (19/4/2026).

Menurut Sanusi, proyek Waste to Energy yang akan dibangun di Bululawang merupakan kepercayaan dari pemerintah pusat kepada Kabupaten Malang.

Namun, ia menegaskan bahwa proyek besar tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dari masyarakat di tingkat akar rumput.

“Ini merupakan inovasi positif dari pemerintah untuk mengubah barang tidak berguna menjadi sesuatu yang berharga, dalam konteks ini menjadi energi listrik,” ujar Sanusi.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah selama ini masih menjadi tantangan besar, sehingga kehadiran PSEL diharapkan menjadi solusi jangka panjang.

Advertisement

Namun demikian, kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah tetap menjadi faktor kunci keberhasilan program tersebut.

“Masih banyak yang harus kita tingkatkan, masih banyak tantangan yang harus kita hadapi, termasuk pencegahan kerusakan lingkungan yang harus kita kawal,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sanusi juga memberikan apresiasi kepada Ngalam Waste Bank yang dinilai konsisten membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan.

Peran komunitas ini dianggap strategis dalam mendukung ekosistem pengelolaan sampah dari hulu. Apalagi, kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, akan tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

"Hal ini dimulai dari Ngalam Waste Bank yang ikut membangun kesadaran masyarakat terkait kebersihan lingkungan dan kesehatan untuk kebaikan di masa depan,” jelasnya.

Kegiatan kali ini tidak hanya diisi dengan halalbihalal, tetapi juga sarasehan antara anggota bank sampah dan pemerintah daerah.

Dalam forum itu, berbagai aspirasi dan masukan disampaikan langsung kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang sebagai bahan evaluasi dan penguatan kebijakan pengelolaan sampah ke depan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia