Advertisement
Peristiwa Daerah

Bentuk Ikhtiar, Warga Kirim Doa di Jalur Klemuk Kota Batu

Warga Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, akan menggelar doa bersama untuk para korban meninggal dunia akibat kecelakaan rem blong di Jalur Klemuk, Jalan Rajekwesi, Senin (20/4/2026) malam.

TIMES Indonesia,
Bentuk Ikhtiar, Warga Kirim Doa di Jalur Klemuk Kota Batu
Jalur Klemuk dikenal rawan kecelakaan karena medan curam (Foto: Galih Rakasiwi/TIMES Indonesia)
A-AA+

BATU Warga Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, akan menggelar doa bersama untuk para korban meninggal dunia akibat kecelakaan rem blong di Jalur Klemuk, Jalan Rajekwesi, Senin (20/4/2026) malam. 

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB di Pos Jalur Penyelamatan Rem Blong Klemuk. Doa bersama tersebut diinisiasi Majelis Sholawat Kali Jogo Songgoriti dan melibatkan masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian atas rentetan kecelakaan yang kerap terjadi di jalur alternatif penghubung Pujon-Batu itu.

Advertisement

Relawan Jalur Klemuk, Suliyanton, mengatakan kegiatan ini bertujuan mendoakan para korban yang telah meninggal sekaligus memohon keselamatan bagi masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

"Tujuan utamanya mendoakan para korban yang meninggal di Jalur Klemuk, juga mendoakan warga Songgoriti dan seluruh pengguna jalan agar diberi keselamatan saat beraktivitas maupun saat melintas," katanya.

Pria yang akrab disapa Ajunk itu menambahkan, doa bersama juga dimaksudkan sebagai ikhtiar menghadirkan suasana positif di jalur yang dikenal memiliki medan curam dan rawan kecelakaan tersebut.

"Sekaligus menjadi upaya menetralisir hal-hal negatif agar Jalur Klemuk membawa energi yang lebih baik," ujarnya.

Saat ini, Jalur Klemuk masih ditutup untuk kendaraan roda empat dari arah atas maupun bawah. Sementara pengendara roda dua, khususnya sepeda motor matic dari arah Pujon menuju Batu, juga diimbau tidak melintas karena tingginya risiko rem blong.

Advertisement

Di sisi lain, Pemerintah Kota Batu tengah mengajukan permintaan kepada Google Maps agar jalur tersebut dihapus dari rekomendasi navigasi, sehingga tidak lagi diarahkan sebagai rute alternatif bagi pengendara. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Galih Rakasiwi
PenulisGalih RakasiwiBergabung dengan TIMES Indonesia sejak Februari 2026 dan bertugas di Malang Raya dan sekitarnya. Meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia