Advertisement
Peristiwa Daerah

Pasokan LPG di Kota Malang Tersendat, Tabung 12 Kg Masih Dibatasi dan Harga Melonjak

Pasokan LPG di Kota Malang tersendat, distribusi tabung 12 kg masih dibatasi dan harga melonjak di tengah kelangkaan.

TIMES Indonesia,
Pasokan LPG di Kota Malang Tersendat, Tabung 12 Kg Masih Dibatasi dan Harga Melonjak
Tabung gas LPG 12kg di salah satu pangkalan yang berada di wilayah Kedungkdang, Kota Malang. (FOTO: Rizky/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Krisis pasokan LPG sempat memicu kelangkaan serius di Kota Malang. Dampaknya masih terasa hingga kini, terutama untuk tabung nonsubsidi 12 kilogram yang pengirimannya disebut masih dibatasi.

Sejumlah pangkalan mengungkapkan pasokan mulai tersendat sejak awal Hari Raya, diperparah isu terganggunya distribusi akibat kapal tanker Pertamina yang dikabarkan terjebak di Selat Hormuz.

Advertisement

Salah satu pemilik pangkalan LPG di Kecamatan Kedungkandang, Adhan, mengatakan kelangkaan paling parah terjadi pada LPG subsidi 3 kilogram. Saat itu, banyak truk agen mengantre di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), namun tidak seluruhnya mendapat pengisian.

“Antrean truk agen di SPBE sampai 25 sampai 30 unit, tapi yang diisi hanya separuh. Itu yang membuat pasokan 3 kilogram sempat langka,” ujar Adhan, Selasa (21/4/2026).

Namun, persoalan lebih berat terjadi pada LPG nonsubsidi. Hingga kini, distribusi tabung 12 kilogram disebut belum pulih normal. Dari pemesanan rutin sebanyak 100 tabung, pangkalan hanya menerima sekitar 10 hingga 15 tabung.

“Sampai sekarang pengambilan dibatasi. Saya biasanya memesan 100 tabung (LPG 12 kg), tetapi yang dikirim hanya 10 sampai 15 tabung,” ungkapnya.

Pembatasan tersebut membuat stok di tingkat pangkalan kerap kosong selama beberapa hari. Adhan mengaku pernah mengalami pesanan tidak terkirim selama tiga hingga empat hari, sehingga memicu kepanikan konsumen yang kemudian mencari gas ke pangkalan lain atau toko yang masih memiliki stok.

Advertisement

“Kalau yang 3 kilogram sekarang sudah mulai normal. Sebelumnya sempat sampai empat hari kosong,” katanya.

Di tengah pasokan yang belum stabil, harga LPG nonsubsidi justru mengalami kenaikan signifikan. Harga tebus tabung 12 kilogram naik dari Rp182.000 menjadi Rp218.500 per tabung, atau meningkat Rp36.500. Dampaknya, harga jual ke konsumen ikut naik menjadi Rp228.000.

Kenaikan juga terjadi pada LPG 5,5 kilogram, dari Rp90.000 menjadi Rp107.000 per tabung.

Meski pasokan LPG 3 kilogram mulai berangsur normal, kondisi LPG nonsubsidi dinilai masih rentan. Pembatasan distribusi dan lonjakan harga memunculkan sorotan terhadap ketahanan distribusi energi, terutama ketika gangguan pasokan di tingkat pusat berdampak langsung pada konsumen di daerah.

Situasi ini memunculkan pertanyaan terkait mitigasi distribusi LPG, khususnya mengapa gangguan pasokan dapat berujung pada pembatasan signifikan di tingkat pangkalan, sementara masyarakat harus menanggung dampak kelangkaan dan kenaikan harga secara bersamaan.

“Ya, mau tidak mau kami harus mengikuti situasi. Sekarang harga naik, stok tipis, jadi kami menyesuaikan,” tandasnya. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia