Advertisement
Peristiwa Daerah

19 Desa di Kabupaten Malang Berada di Tepi Laut, Punya Potensi Wisata Bahari

Data tersebut mengacu pada publikasi Statistik Potensi Desa Kabupaten Malang Volume 02 Tahun 2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang.

TIMES Indonesia,
19 Desa di Kabupaten Malang Berada di Tepi Laut, Punya Potensi Wisata Bahari
Ilustrasi - wilayah pantai yang ada di Malang Selatan. (FOTO: Dok. TIMESIndonesia)
A-AA+

MALANG Sebanyak 19 desa di Kabupaten Malang tercatat memiliki wilayah yang berada di tepi laut. Data tersebut mengacu pada publikasi Statistik Potensi Desa Kabupaten Malang Volume 02 Tahun 2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa desa tepi laut merupakan desa yang sebagian atau seluruh wilayahnya bersinggungan langsung dengan laut, baik berupa garis pantai maupun tebing karang. Kondisi geografis ini menjadikan desa-desa tersebut memiliki potensi besar, khususnya di sektor kelautan dan pariwisata.

Advertisement

Berdasarkan sebarannya, desa-desa tepi laut di Kabupaten Malang tersebar di beberapa kecamatan. Rinciannya, terdapat 6 desa di Kecamatan Donomulyo, 3 desa di Kecamatan Bantur, 3 desa di Kecamatan Gedangan, 4 desa di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, 2 desa di Kecamatan Tirtoyudo, serta 1 desa di Kecamatan Ampelgading.

Keberadaan desa-desa di kawasan pesisir ini tidak hanya menunjukkan karakter geografis wilayah Malang Selatan, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi lokal yang terus berkembang.

Mayoritas desa tersebut memiliki potensi wisata pantai yang kini semakin dikenal luas oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Salah satu contohnya adalah Desa Gajahrejo di Kecamatan Gedangan. Desa ini dikenal memiliki sejumlah destinasi pantai unggulan seperti Pantai Bajul Mati dan Pantai Ungapan yang menjadi magnet wisatawan.

Aktivitas pariwisata di kawasan tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat, mulai dari sektor kuliner, penginapan, hingga jasa wisata.
Selain sektor pariwisata, potensi bahari lainnya seperti perikanan tangkap dan budidaya juga menjadi sumber penghidupan masyarakat di desa pesisir. Kondisi ini menjadikan desa tepi laut memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan ekonomi daerah.

Advertisement

Namun demikian, pengembangan desa pesisir juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti pengelolaan lingkungan, abrasi pantai, hingga persoalan sampah yang kerap muncul di kawasan wisata.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, mengungkapkan bahwa persoalan sampah di wilayah pantai Malang Selatan masih harus mendapat perhatian serius. Pasalnya, semakin meningkatnya jumlah pengunjung disana, potensi sampah yang dihasilkan juga semakin besar.

Menurutnya, peningkatan jumlah wisatawan harus diimbangi dengan kesiapan daerah dalam mengelola dampak yang ditimbulkan, salah satunya persoalan sampah.

“Negatifnya di antaranya bagaimana kesiapan Kabupaten Malang mengelola sampah di Malang Selatan. Ini menjadi catatan yang sudah kami inisiasi dengan Dinas Lingkungan Hidup,” jelasnya.

Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan lahan untuk pengelolaan sampah. Hal ini disebabkan sebagian besar wilayah di Malang Selatan berada di bawah kewenangan kehutanan.

“Kita tidak punya tanah. Tanah itu ada dua kepemilikan besar, yaitu kehutanan sosial di bawah provinsi dan Perhutani,” ungkapnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya mulai melakukan pendekatan dengan kelompok pengelola kehutanan sosial guna mencari lokasi yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat pengolahan sampah.

“Kami mencoba pendekatan melalui kelompok-kelompok pengelola kehutanan sosial untuk mencari lokasi pengelolaan sampah,” tambahnya.

Ke depan, Dinas Lingkungan Hidup akan menyiapkan program khusus untuk menangani persoalan sampah di Malang Selatan, termasuk di kawasan wisata pantai. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia