Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu
Hari Kartini 2026, Gubernur Jatim Khofifah ajak kolaborasi lintas sektor untuk menurunkan angka kematian ibu sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan.
SURABAYA – Peringatan Hari Kartini 2026 dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menegaskan komitmen penurunan angka kematian ibu (AKI) melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan peningkatan peran strategis perempuan dalam pembangunan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama meningkatkan kualitas kesehatan ibu, sejalan dengan tema Hari Kartini tahun ini, “Bergerak Bersama Menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI)”.
Menurut Khofifah, upaya penurunan AKI tidak bisa dilepaskan dari penguatan posisi perempuan sebagai subjek utama pembangunan, baik di lingkup keluarga hingga tingkat global.
“Spirit perjuangan Kartini harus kita wujudkan melalui langkah konkret, salah satunya dengan memastikan kesehatan ibu sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang unggul,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa (21/4/2026).
Ia menegaskan, perempuan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas generasi, memperkuat ketahanan keluarga, serta menjaga keberlanjutan pembangunan sosial dan ekonomi. Karena itu, akses dan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak menjadi prioritas.
Pemprov Jatim, lanjutnya, telah melakukan berbagai upaya untuk memperkuat layanan kesehatan, termasuk pengembangan stroke center, jantung center, dan onkologi center, serta layanan kesehatan bergerak untuk menjangkau wilayah kepulauan.
Selain itu, pemanfaatan teknologi juga didorong, salah satunya melalui aplikasi e-Desi untuk deteksi dini faktor risiko hipertensi guna mencegah komplikasi pada ibu hamil.
Upaya tersebut berkontribusi pada penurunan angka kematian ibu dan bayi serta prevalensi stunting di Jawa Timur yang mencapai 14,7 persen pada 2025.
Meski demikian, Khofifah menegaskan bahwa penurunan AKI membutuhkan sinergi berkelanjutan, mulai dari edukasi kesehatan, peningkatan layanan, hingga kesadaran masyarakat.
“Penurunan angka kematian ibu bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan gerakan bersama seluruh elemen bangsa,” tegasnya.
Dalam aspek pembangunan gender, Jawa Timur menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Gender (IPG) 2025 tercatat sebesar 93,29, meningkat dari 92,19 pada tahun sebelumnya dan berada di atas rata-rata nasional.
Sementara itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) juga membaik menjadi 0,347, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 0,421. Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja mencapai 60,64 persen, dengan keterwakilan di legislatif sekitar 20 persen.
Namun, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan usia dini, serta stunting yang berisiko terhadap kesehatan ibu.
“Perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kualitas hidup perempuan harus terus kita tingkatkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen, Pemprov Jatim memperkuat perlindungan perempuan melalui optimalisasi peran UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) di berbagai daerah.
Di tingkat global, Khofifah juga menyoroti kontribusi perempuan Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia, termasuk melalui inisiatif Muslimat NU yang mengirimkan surat kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.
Surat tersebut berisi sembilan poin imbauan, di antaranya penghentian konflik bersenjata, penguatan diplomasi damai, perlindungan warga sipil, serta peningkatan peran perempuan dalam proses perdamaian.
“Ini menunjukkan perempuan Indonesia tidak hanya berperan di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga memiliki kontribusi strategis dalam membangun peradaban dunia yang damai dan berkeadilan,” kata Khofifah.
Di akhir, ia mengajak seluruh perempuan Indonesia menjadikan Hari Kartini sebagai momentum untuk terus berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, bangsa, hingga dunia, dengan menempatkan kesehatan ibu sebagai prioritas.
“Selamat Hari Kartini. Mari bergerak bersama menurunkan angka kematian ibu, memperkuat peran perempuan, dan menghadirkan generasi yang sehat dan berdaya saing,” tuturnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


