Advertisement
Peristiwa Daerah

Percobaan Bunuh Diri di Sekolah Rakyat Kota Malang Berhasil Digagalkan

Seorang pelajar putri Sekolah Rakyat diduga mencoba mengakhiri hidup dengan memanjat tandon air dan berniat melompat

TIMES Indonesia,
Percobaan Bunuh Diri di Sekolah Rakyat Kota Malang Berhasil Digagalkan
Proses evakuasi siswi SRMA di Kota Malang saat hendak melakukan percobaan bunuh diri. (Foto: Ist)
A-AA+

Malang Insiden dramatis terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat (SR) Kota Malang, saat seorang pelajar putri diduga mencoba mengakhiri hidup dengan memanjat tandon air dan berniat melompat, Senin (20/4/2026) kemarin malam. Aksi nekat itu berhasil digagalkan setelah proses evakuasi menegangkan selama berjam-jam oleh kepolisian, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan pihak sekolah.

Peristiwa bermula sekitar pukul 21.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, siswi kelas 3 SRMA itu awalnya berada di kamar istirahat. Saat dipanggil gurunya, korban disebut tidak merespons, hingga kemudian mendapat teguran dari salah seorang rekannya.

Advertisement

Diduga tersulut rasa sakit hati akibat teguran tersebut, korban kemudian bergegas menuju area tandon air di lingkungan sekolah, memanjat struktur tinggi itu, dan diduga hendak melompat.

Melihat situasi membahayakan, pihak sekolah segera meminta bantuan kepolisian dan tim Damkar Kota Malang. Upaya penyelamatan pun berlangsung dramatis, karena petugas harus melakukan pendekatan persuasif dan membujuk korban agar mengurungkan niatnya.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, proses evakuasi berlangsung hingga Selasa (21/4/2026) dini hari sekitar pukul 01.20 WIB sebelum korban akhirnya berhasil diturunkan dalam kondisi selamat.

“Petugas kepolisian bersama tim Damkar dibantu saksi dari pihak keamanan sekolah telah berhasil mengevakuasi korban dalam keadaan selamat,” ujar Lukman, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, dugaan pemicu aksi nekat itu adalah persoalan emosional setelah korban merasa tersinggung usai ditegur rekannya.

Advertisement

“Berdasarkan laporan di lapangan, korban merasa sakit hati setelah ditegur rekan sekolahnya hingga nekat menaiki tandon air,” ungkapnya.

Dari penyelidikan sementara, polisi juga mengungkap peristiwa ini bukan yang pertama. Korban diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan mental dan sebelumnya pernah melakukan percobaan serupa di lingkungan sekolah yang sama.

“Kami mendapatkan catatan bahwa korban sudah dua kali melakukan upaya yang sama,” ucapnya.

Usai dievakuasi, korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menjalani penanganan medis sekaligus pendampingan psikologis.

Polisi berharap penanganan lanjutan dapat mencegah kejadian serupa terulang, sembari menekankan pentingnya dukungan lingkungan sekitar dalam merespons kondisi psikologis remaja. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia