Advertisement
Peristiwa Daerah

Kartini di Balik Kemudi: Srikandi Tunggal Pengemudi Suroboyo Bus

Eka Hardiyanti Suteja, satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus, membagikan kisah inspiratifnya dalam memperingati Hari Kartini 2026 sebagai pengemudi tangguh.

TIMES Indonesia,
Kartini di Balik Kemudi: Srikandi Tunggal Pengemudi Suroboyo Bus
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus. (FOTO: Diskominfo Surabaya)
A-AA+

Surabaya Peringatan Hari Kartini, Selasa (21/4/2026), menghadirkan kisah inspiratif dari jalanan Kota Pahlawan. Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus, menjadi potret nyata semangat emansipasi perempuan di sektor transportasi publik yang selama ini didominasi laki-laki.

Saat sebagian besar warga masih terlelap, Eka sudah memulai aktivitasnya sejak pukul 03.00 WIB. Sebelum jarum jam menunjukkan pukul 04.00 WIB, ia telah bergegas menuju titik operasional untuk memulai tugasnya pada pukul 05.30 WIB, mengantarkan penumpang menyusuri berbagai ruas jalan di Kota Surabaya.

Advertisement

Di momen Hari Kartini ini, sosok Eka membuktikan bahwa emansipasi bukan sekadar slogan. Ia tidak hanya piawai mengemudikan bus besar, tetapi juga berhasil mendobrak stigma profesi maskulin.

Perjalanan karier Eka di dunia transportasi tidak terjadi secara instan. Ia mengawali pengalaman sebagai sopir taksi sebelum akhirnya memberanikan diri mendaftar saat Suroboyo Bus membuka peluang bagi pengemudi perempuan.

“Saya coba daftar, dan alhamdulillah diterima,” kenang Eka.

Tantangan awal yang ia hadapi adalah adaptasi teknis. Menurutnya, mengemudi bus membutuhkan konsentrasi ekstra, terutama terkait penguasaan dimensi kendaraan yang besar dan navigasi rute kota yang padat.

“Setelah melalui serangkaian tes ketat serta masa pendampingan, akhirnya saya dipercaya untuk mengemudi secara mandiri,” terangnya.

Advertisement

Enam tahun berselang sejak bergabung pada 2020, Eka justru menemukan kenyamanan mendalam dalam profesinya. Lingkungan kerja yang suportif dan interaksi hangat dengan penumpang menjadi energi baginya. “Rasanya seperti sedang jalan-jalan, tapi dibayar,” selorohnya.

Di balik seragam dinasnya, Eka tetaplah seorang ibu yang berdedikasi. Di sela rutinitas pagi, ia tetap mengutamakan waktu untuk mengantar anaknya sebelum berangkat bekerja. Baginya, menyeimbangkan peran antara keluarga dan pekerjaan adalah tanggung jawab yang dijalani dengan penuh kesadaran.

Kehadiran Eka di balik kemudi tak jarang mencuri perhatian. Tak sedikit penumpang yang merasa kagum, bahkan memberinya dukungan moral mulai dari pujian hingga gestur jempol sebagai bentuk apresiasi.

“Awalnya ada yang meragukan. Tapi sekarang justru banyak yang mendukung, bahkan ada penumpang perempuan yang mengaku tertarik ingin ikut mencoba profesi ini,” ungkapnya.

Interaksi yang intens membuat Eka memiliki hubungan emosional dengan para pelanggan setianya. Beberapa penumpang kini telah menjadi teman, memperkuat rasa kekeluargaan di sepanjang rute perjalanannya.

Di Surabaya, jumlah sopir bus perempuan memang masih sangat terbatas. Namun, kondisi ini tidak membuat Eka gentar. Ia justru termotivasi untuk membuka jalan bagi perempuan lain agar berani mengambil peran di ruang publik.

“Semangat R.A. Kartini tidak hanya sebatas simbol, tetapi diwujudkan dalam keberanian mengambil peluang. Kartini itu berani dan menginspirasi, perempuan harus terus maju,” tegasnya.

Melalui momentum Hari Kartini, Eka berharap perempuan Indonesia semakin berani berkontribusi di berbagai sektor, termasuk transportasi.

“Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan Indonesia. Tetap semangat, jangan pantang menyerah, dan teruslah menjadi lebih baik dari hari ke hari,” pungkas Eka. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Siti Nur Faizah
PenulisSiti Nur FaizahSarjana Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Jurnalis TIMES Indonesia di Surabaya sejak 2021. Aktif menulis di Pemerintahan, Politik, Hukum, Pendidikan, Seni, Budaya dan Isu Nasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia