Kloter Pertama Haji Embarkasi Palembang Alami Keterlambatan Berangkat
Kloter pertama haji Embarkasi Palembang tertunda akibat kabut dan keterlambatan katering. Jamaah tetap berangkat sesuai prosedur keselamatan menuju Madinah.
PALEMBANG – Keberangkatan kloter pertama jamaah calon haji Embarkasi Palembang menuju Madinah melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II mengalami keterlambatan pada Rabu (22/4/2026) pagi. Jadwal semula pukul 07.10 WIB mundur menjadi 08.15 WIB akibat kondisi cuaca berkabut yang mengganggu jarak pandang.
Executive General Manager Bandara SMB II Palembang Ahmad Syaugi menjelaskan, kabut dengan jarak pandang sekitar 500 meter menjadi salah satu faktor utama penundaan. Kondisi ini disebutnya sebagai fenomena yang kerap terjadi usai hujan pada malam hari, meski biasanya tidak berlangsung lama.
Selain cuaca, keterlambatan juga dipicu oleh belum lengkapnya distribusi katering ke dalam pesawat. Penumpang belum dapat melakukan proses boarding sebelum seluruh kebutuhan tersebut terpenuhi, sehingga jadwal keberangkatan harus menunggu hingga semua persiapan dinyatakan siap.
"Kondisi cuaca pagi ini berkabut dengan jarak pandang sekitar 500 meter. Namun biasanya tidak berlangsung lama karena hal itu lumrah terjadi setelah hujan malam hari," katanya.
Ia menjelaskan selain faktor cuaca, proses keberangkatan juga tertunda karena penumpang belum dapat melakukan boarding sebelum seluruh kebutuhan katering masuk ke pesawat.
"Saat ini masih menunggu catering yang ketiga belum sampai, sehingga penumpang belum bisa boarding dan menyebabkan keterlambatan dari jadwal semula," jelasnya.
Meski mengalami keterlambatan, pihak bandara memastikan keberangkatan jamaah tetap berjalan sesuai prosedur keselamatan dan pelayanan penerbangan.
Selain itu, Kloter pertama Embarkasi Palembang menggunakan maskapai Saudi Airlines dengan jenis pesawat Boeing 777.
Terkait dengan durasi penerbangan itu tidak ada perubahan meski terdapat konflik di Timur Tengah. Rute penerbangan tetap dilakukan dari Palembang menuju Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan menuju Arab Saudi
"Pesawat Boeing 777 memiliki keterbatasan tertentu sehingga perlu melakukan pengisian bahan bakar kembali di Kualanamu," kata Syaugi.
Sementara itu, Kabid Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kementerian Agama Sumatera Selatan Muhibullah mengatakan jumlah jamaah yang berangkat sebanyak 438 orang, ditambah empat petugas kloter dan satu petugas haji daerah, sehingga total keseluruhan mencapai 443 orang.
"Seluruh jamaah pada kloter pertama tetap diberangkatkan sesuai manifest," katanya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


