Advertisement
Peristiwa Daerah

Ahli Gizi SPPG Angkat Bicara Soal Kasus Susu MBG di SDN Balongmulyo Rembang

SDN Balongmulyo klarifikasi 22 siswa mual usai minum susu program MBG. Susu dinyatakan masih layak, diduga perut kosong usai aktivitas fisik. Distribusi MBG dihentikan sementara untuk evaluasi.

TIMES Indonesia,
Ahli Gizi SPPG Angkat Bicara Soal Kasus Susu MBG di SDN Balongmulyo Rembang
SPPG Karangharjo Kragan 002. (FOTO: Ezra Vandika/TIMES Indonesia)
A-AA+

REMBANG Pihak SDN Balongmulyo Kragan akhirnya angkat bicara soal 22 siswanya yang dilaporkan mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dirawat di Puskesmas Kragan 2 pada Selasa (21/4/2026) kemarin. 

Kepala Sekolah SDN Balongmulyo, Saras Priheni, menjelaskan, bahwa peristiwa tersebut terjadi saat sekolah tengah merayakan Hari Kartini. 

Advertisement

Sebelumnya, para siswa mengikuti upacara dan jalan sehat menuju Pantai Balongan. Setelah kembali ke sekolah, siswa langsung menyantap MBG sebelum melanjutkan kegiatan lomba.

"Setelah jalan-jalan, anak-anak pulang ke sekolah untuk makan agar segar kembali. Namun, sebelum sempat makan nasi MBG, ada anak yang mengambil susu terlebih dahulu. Laporannya, anak-anak belum sempat makan MBG, baru minum susu saja," ujar Saras kepada wartawan, Rabu (22/4/2026). 

"Kemarin siswa cuma mengeluhkan susu itu rasanya asam ketika diminum. Kalau tanggal kadaluarsanya di susu itu masih lama, menu MBGnya juga bagus. Cuma kemarin siswa mengeluhkan rasa susunya itu. Biasanya juga tidak terjadi apa-apa, menu MBGnya bagus," sambungnya. 

Menanggapi hal itu, ahli gizi dari SPPG Karangharjo Kragan 002, Cindi Yuliani, menegaskan bahwa pendistribusian makanan telah mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat. 

Sebelum makanan dibagikan ke siswa, pihak dapur selalu memberikan dua sampel makanan kepada guru untuk dicicipi terlebih dahulu.

Advertisement

Terkait produk susu, Cindi memastikan bahwa proses sortir telah dilakukan sebelum pengiriman.

SPPG Karangharjo Kragan 2

"Kemarin memang ada beberapa susu yang bocor kemasannya dan sudah langsung kami singkirkan. Untuk label kedaluwarsa (expired) kami juga sudah pastikan semuanya kalo masih lama," jelasnya. 

Ia menduga, reaksi mual dan muntah terjadi karena faktor kondisi perut siswa yang kosong setelah aktivitas fisik berat.

"Kebetulan kemarin ada pawai dan jalan sehat. Saat sampai di sekolah, anak-anak tidak makan nasi dulu melainkan langsung minum susu dalam kondisi perut kosong. Hal ini membuat perut 'kaget', apalagi bagi siswa yang memiliki riwayat penyakit gastritis (maag) atau daya tahan tubuh yang sedang kurang fit," tambahnya.

Cindi juga menekankan bahwa menu makanan MBG lainnya dinyatakan aman, mengingat distribusi ke sekolah-sekolah lain tidak menunjukkan adanya keluhan serupa.

"Kami mendistribusikan 3,234 paket MBG ke 29 sekolah dan 3 posyandu. Lainnya aman tidak ada keluhan apapun," ungkapnya. 

Sebagai langkah tindak lanjut dan bentuk tanggung jawab, pihak penyedia makanan memutuskan untuk menghentikan sementara distribusi MBG guna melakukan evaluasi menyeluruh.

"Saat ini pendistribusian kami hentikan terlebih dahulu. Kami perlu berbenah dan mengevaluasi seluruh proses agar pelayanan ke depannya lebih baik dan aman bagi anak-anak," pungkasnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ezra Vandika
PenulisEzra VandikaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2025. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia