Pimpinan Bank Maluku Utara Cabang Ternate Minta Maaf Terkait Keluhan Etika Komunikasi
Bank Maluku Utara Cabang Ternate meminta maaf atas dugaan pelanggaran prosedur dan etika pegawai usai keluhan nasabah, serta berjanji memperketat pengawasan dan meningkatkan pelayanan.
TERNATE – Pimpinan Bank Maluku Utara Cabang Kota Ternate, Sherley T Metekohy menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah terkait prosedur administrasi dan etika pelayanan oknum pegawai.
Hal ini disampaikan Sherley usai menggelar pertemuan mediasi bersama nasabah bersangkutan di ruang rapat Kantor Bank Maluku Utara Cabang Ternate, Rabu (22/4/2026)
Persoalan ini mencuat setelah nasabah melaporkan adanya ketidaksesuaian prosedur inprosedural berupa dokumen call memo yang tidak ditandatangani pimpinan cabang, padahal nasabah telah menyerahkan sejumlah uang melalui oknum Kepala Seksi Operasional PMR berinisial (HA)
Selain masalah administrasi, nasabah juga mengeluhkan sikap tidak etis dan ancaman lisan yang dilakukan oknum pegawai tersebut.
Berdasarkan keterangan nasabah, oknum pegawai tersebut sempat mendatangi kediamannya dan menyampaikan pesan bernada ancaman melalui anaknya.
"Pegawai tersebut menyampaikan pada anak saya bahwa jika tunggakan sebesar Rp6 juta tidak segera diselesaikan, mereka akan melaporkan hal ini kepada Wali Kota dan Sekda Ternate," ungkap nasabah menirukan ancaman tersebut.
Akibat insiden ini, pihak PT BPD Maluku dan Maluku Utara sempat disurati oleh Otoritas Jasa keuangan tambahan waktu 10 hari kerja untuk menyelesaikan pengaduan dengan nomor registrasi P260Xxxx yang diadukan nasabah.
Menanggapi laporan tersebut, Sherley T Metekohy, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pegawai bersangkutan, baik dari sisi kepatuhan administrasi maupun etika komunikasi.
"Sebagai pimpinan cabang sekaligus penanggung jawab, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada nasabah atas pelayanan yang tidak berkenan. Ini menjadi perhatian serius bagi kami," ungkap Sherley kepada media.
Ia menambahkan bahwa kejadian ini menjadi momentum bagi internal bank untuk berbenah diri demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di masa mendatang.
Saat dikonfirmasi mengenai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Sherley menjamin akan memperketat pengawasan dan memberikan edukasi intensif kepada bawahannya.
"Saya menjamin dengan adanya kondisi ini, staf di bagian PMR akan kami edukasi secara maksimal. Kami memastikan hal seperti ini tidak akan terjadi lagi kepada nasabah lainnya," tegasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


