Amankan Ratusan Hektare Sawah di Banjarnegara, 60 Dekem Mulai Ditanam
Bronjong bambu yang biasa disebut dengan istilah 'dekem' dipasang untuk mengamankan saluran irigasi yang mengairi sawahnya dari ancaman abrasi Sungai Merawu yang semakin parah.
BANJARNEGARA – Warga atau petani di Kecamatan Wanadadi dan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara secara gotong membuat bronjong tradisional dari bambu.
Peralatan yang biasa disebut dengan istilah 'dekem' ini dipasang untuk mengamankan saluran irigasi yang mengairi sawahnya dari ancaman abrasi Sungai Merawu yang semakin parah.
Bronjong tradisional ini mirip keranjang raksasa. Ukuran diameternya bervariasi, antara 1,5 - 2 meter dengan tinggi 2 - 3 meteran. Saking besarnya, pembuatan Dekem tidak bisa dikerjakan sendiri, minimal 5 - 10 orang.
"Untuk setiap Dekem, minimal menghabiskan 7 - 10 batang bambu (pring tali)," ujar Kades Banjarmagu Nurul Hilal Eko Prayitno saat ditanya TIMES Indonesia, Kamis (23/4/2026).
Eko adalah salah satu kordinator pembuatan Dekem bersama lima Kades lainnya di Kecamatan Wanadadi dan Banjarmangu.
"Dekem ini salah satu warisan nenek moyang kita dan sudah teruji efektif untuk menahan erosi," imbuhnya. Hal ini diiyakan oleh Maryono, salah seorang petani asal Banjarmagu.
Satu Persatu Dekem Mulai Ditanam
Saat ini, 'Dekem' tersebut mulai ditanam di sisi utara Sungai Merawu atau sisi saluran irigasi teknis dari Bendungan Clangap di Banjarmagu.
Caranya, nyaris sama dengan bronjong kawat. Dekem ditata rapi dipinggiran tebing sungai, kemudian diisi batu dengan menggunakan alat berat.
Saat 'Dekem' berdiameter lebih dari 2 meter itu terisi batu dan pasir, maka memiliki struktur kokoh dan diyakini mampu menahan abrasi atau erosi.
Camat Banjarmagu Gaba Tri Sumbarwanto mengakui para petani di Wilayahnya sudah tiga tahun mengeluh karena selalu kekurangan air saat kemarau akibat jebolnya Bendungan Clangap.
Pasca jebolnya bendungan tersebut, aliran sungai juga bergeser ke sebelah Utara, sehingga menggerus tanggul irigasi yang berfungsi sebagai akses jalan menuju kawasan bendungan.
"Sekarang, tanggul tersebut tinggal satu meter dan sangat berbahaya dan mengancam saluran irigasi teknis. Sehingga warga berinisiatif memasang Dekem tersebut," imbuh Gaba.
Jika aliran irigasi terhenti total, maka petani akan mengalami kerugian miliaran bahkan triliunan rupiah.
Luasan lahan sawah yang mengandalkan irigasi Bendungan Clangap mencapai 480 hektare, tersebar di lima desa yakni Desa Jenggawur, Banjar Kulon dan Banjarmangu di Kecamatan Banjarmangu, serta Desa Gumingsir dan Linggasari di Kecamatan Wanadadi.

Dalam kesempatan ini Gaba juga menyampaikan terima kepada Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana telah memfasilitasi keinginan para petani di Banjarmagu dan Wanadadi melakukan pembenahan Bendungan Merawu.
"Pada awalnya Bupati Banjarnegara sudah menganggarkan dana APBD untuk pembangunan bendungan ini, namun karena karena ada efisiensi urung terlaksana. Tapi kemudian ada kabar baik, pembangunan akan dilaksanakan oleh pemerintah pusat tahun ini," imbuhnya.
Dari berbagai sumber disebutkan, bahwa Bendungan Clangap akan segera dibangun dengan dana APBN sebesar 46 milyar.
Anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk pembangunan pengaman tebing dan normalisasi sungai secara permanen. Saat ini masih menunggu proses lelang oleh pemerintah pusat.
Terpisah, Kepala UPT Wilayah 3 Dinas PUPR, Adi Purnomo menyampaikan kerusakan akibat abrasi sudah semakin parah, bahkan akses jalan atau tanggul tinggal satu meter. Jika tidak segera ditangani maka saluran irigasi terancam ambrol.
"Kita sudah mulai menerjunkan dua alat berat untuk memindah aliran air kembali ke tengah dan memasang Dekem. Mudah - mudahan setelah bronjong dipasang, abrasi dapat tertangani.
Dijelaskan oleh Adi, kerusakan Bendungan Clangap diakibatkan karena terjadi pendangkalan sungai akibat aktivitas galian C di hilir.
Kondisi ini menyebabkan air tidak mampu naik ke saluran irigasi Bendungan Clangap. Dampaknya 480 hektar sawah terancam gagal panen dan produksi panenan terus menurun. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


