Advertisement
Peristiwa Daerah

Polemik Anggaran Rp 14 Miliar untuk Internet, Lindu Aji Datangi BPPKAD Blora Minta Penjelasan

Lindu Aji Blora soroti anggaran internet Rp14 miliar 2022–2025. Mereka audiensi ke BPPKAD untuk meminta transparansi rincian penggunaan dana dan aliran anggarannya.

TIMES Indonesia,
Polemik Anggaran Rp 14 Miliar untuk Internet, Lindu Aji Datangi BPPKAD Blora Minta Penjelasan
Ketua Lindu Aji Blora, Keluk Pristiwahana, didampingi Bidang Hukum, Farid Rudiantoro dan anggota. (Foto: Rengga/TIMES Indonesia)
A-AA+

BLORA Angka Rp 14 miliar untuk kebutuhan internet selama lima tahun menjadi tanda tanya besar bagi Lindu Aji Blora.

Rasa penasaran itu membawa mereka mendatangi kantor Dinas BPPKAD Blora, membuka ruang audiensi untuk menelusuri ke mana saja aliran anggaran tersebut digunakan.

Advertisement

Dalam pertemuan itu, mereka mempertanyakan penggunaan anggaran internet yang dinilai cukup besar dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua Lindu Aji Blora, Keluk Pristiwahana, menyampaikan bahwa pihaknya ingin mendapatkan kejelasan mengenai alokasi dana tersebut, terutama dalam rentang waktu 2022 hingga 2026.

"Intinya kami menanyakan terkait anggaran internet dari tahun 2022 hingga 2026" ujar Keluk, Jumat (24/4/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa total anggaran yang digelontorkan untuk kebutuhan internet selama periode tersebut mencapai angka yang signifikan.

"Dalam tahun 2022 hingga 2025 itu nominalnya kurang lebih 14 Miliar," lanjutnya.

Advertisement

Dalam audiensi itu, kata Keluk, Kepala BPPKAD Blora Pitoyo memberikan arahan administratif agar permohonan informasi disampaikan secara resmi melalui surat.

"Kepala dinas BPPKAD Blora menyarankan untuk bersurat kepada dinas BPPKAD. nanti tembusannya ke dinas Kominfo," jelasnya.

Langkah tersebut dinilai penting agar ada koordinasi yang lebih terstruktur antara instansi terkait, khususnya antara BPPKAD dan Dinas Kominfo.

"Tujuannya supaya BPPKAD dan Kominfo bisa sinergi untuk permasalahan tersebut. Soalnya waktu itu pak Pitoyo bukan sebagai kepala dinas di BPPKAD," imbuhnya.

Selain meminta kejelasan total anggaran, Lindu Aji juga menyoroti rincian penggunaan dana tersebut agar lebih transparan kepada publik.

"Kita juga menanyakan, dengan nominal Rp 14 Miliar selama lima tahun itu digunakan untuk kebutuhan belanja apa saja," tegasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Rengga Wahana Putra [MG-301]
PenulisAhmad Rengga Wahana Putra [MG-301]Sarjana Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Semarang (2024). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, pendidikan, karya, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia