Advertisement
Peristiwa Daerah

Cipayung Plus Jatim–Kalteng Dorong Pemuda Turun ke Sektor Riil, Tak Sekadar Jadi Penonton

Forum lintas daerah ini tak sekadar temu kangen aktivis. Diskusi mengerucut pada satu hal: bagaimana ekonomi kepemudaan bisa benar-benar berdiri di atas potensi lokal, bukan hanya wacana.

TIMES Indonesia,
Cipayung Plus Jatim–Kalteng Dorong Pemuda Turun ke Sektor Riil, Tak Sekadar Jadi Penonton
Cangkrukan Kebangsaan Cipayung Plus Jatim-Palangka Raya pada Rabu (23/4/2026) membahas peran aktif pemuda pada sektor riil. (FOTO: Herindra for TIMES Indonesia)
A-AA+

PALANGKA RAYA Isu besar langsung dilempar di awal forum. Lewat Cangkrukan Kebangsaan, Cipayung Plus Jawa Timur dan Kalimantan Tengah sepakat mendorong generasi muda masuk lebih dalam ke sektor riil.

Pemuda didorong tak lagi berada di pinggir lapangan. Peluang di sektor riil, mulai pertanian, peternakan, hingga UMKM dinilai masih terbuka lebar namun belum tergarap maksimal.

Advertisement

Forum lintas daerah ini tak sekadar temu kangen aktivis. Diskusi mengerucut pada satu hal: bagaimana ekonomi kepemudaan bisa benar-benar berdiri di atas potensi lokal, bukan hanya wacana.

Sektor Agraris: Menjanjikan, Sepi Peminat Muda

Dalam diskusi yang berlangsung cair itu, peserta sepakat sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan belum kehilangan daya tariknya. Potensinya besar, bahkan disebut masih jadi tulang punggung ekonomi daerah.

Cangkrukan Kebangsaan Cipayung Plus Jatim-Palangka Raya 2

Masalahnya bukan di peluang, melainkan siapa yang mengisi.

Regenerasi pelaku usaha di sektor ini masih minim. Anak muda cenderung menjauh. Di sisi lain, akses modal terbatas, teknologi belum merata, dan pasar belum sepenuhnya terbuka bagi pelaku usaha baru.

Advertisement

Kondisi itu yang coba dibedah dalam forum tersebut.

Pemuda Diminta Ambil Peran, Bukan Jadi Penonton

Koordinator Cipayung Plus Jatim, Hendra Prayogi, menegaskan forum ini bukan berhenti di diskusi. Ia ingin ada gerakan nyata yang lahir dari pertemuan ini.

“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam sektor strategis seperti pertanian dan perikanan. Sudah saatnya pemuda tampil sebagai pelaku utama yang inovatif, produktif, dan berdaya saing,” tegasnya, Jumat (24/4/2026).

Cangkrukan Kebangsaan Cipayung Plus Jatim-Palangka Raya 3

Pernyataan itu menjadi semacam garis bawah. Bahwa peran pemuda tak cukup hanya di ruang gagasan, tetapi harus masuk ke praktik di lapangan.

Butuh Dukungan Kebijakan dan Ekosistem

Diskusi juga menyinggung soal keberpihakan. Peserta menilai, tanpa dukungan kebijakan yang jelas, sulit berharap sektor agraris dilirik generasi muda.

Pendampingan usaha, akses pembiayaan, hingga teknologi menjadi faktor yang tak bisa ditawar. Begitu juga dengan pasar, yang harus lebih ramah bagi pelaku usaha baru.

Karena itu, forum ini mendorong sinergi lebih luas, tak hanya antarorganisasi pemuda, tetapi juga melibatkan pemerintah daerah dan stakeholder terkait.

Rekomendasi Disiapkan, Kolaborasi Diperkuat

Tak berhenti di diskusi, hasil Cangkrukan Kebangsaan ini akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis.

Nantinya, gagasan itu akan disampaikan ke pemerintah sebagai kontribusi konkret pemuda dalam pembangunan ekonomi berbasis potensi daerah.

Di akhir forum, komitmen bersama ditegaskan. Kolaborasi lintas wilayah akan diperkuat, dengan fokus pada program nyata yang menyentuh langsung pemberdayaan ekonomi pemuda.

Bagi mereka, ini baru langkah awal. Selebihnya, eksekusi di lapangan yang akan jadi pembuktian. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia