Bupati Majalengka Lepas 439 Calon Jemaah Haji Kloter 6, Berangkat dari Pendopo Menuju Tanah Suci
Bupati Majalengka, Eman Suherman melepas keberangkatan calon jemaah haji Kloter 6 asal Kabupaten Majalengka yang akan menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
MAJALENGKA – Suasana haru dan khidmat menyelimuti halaman Pendopo Kabupaten Majalengka, Sabtu (25/4/2026). Di bawah langit pagi yang cerah, Bupati Majalengka, Eman Suherman melepas keberangkatan calon jemaah haji Kloter 6 asal Kabupaten Majalengka yang akan menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Sebanyak 439 calon jemaah haji diberangkatkan dalam kloter ini. Namun, dua orang dipastikan batal berangkat, masing-masing karena meninggal dunia dan kondisi kehamilan. Dengan demikian, rombongan yang diberangkatkan telah memenuhi standar kesehatan untuk menjalani rangkaian ibadah haji.
Bupati Eman Suherman menyampaikan doa dan harapan agar seluruh jemaah diberikan kelancaran selama perjalanan. Rombongan dijadwalkan menuju Asrama Haji Indramayu sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
"Semoga perjalanan seluruh jemaah haji Kloter 6 asal Majalengka ini berjalan lancar tanpa kendala, hingga nanti dapat berangkat sesuai jadwal," ujar Bupati Eman Suherman, Sabtu (25/4/2026)
Berdasarkan jadwal, para jemaah akan bertolak ke Arab Saudi melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, pada Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek kesehatan jemaah. Ia menekankan kepada tenaga medis pendamping agar menjalankan tugas secara maksimal, terutama dalam menangani jemaah yang mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan.
"Saya titip kepada para dokter pendamping haji daerah agar benar-benar menjalankan tanggung jawabnya. Jangan sampai ada jemaah yang membutuhkan penanganan medis justru terabaikan," tegasnya.
Dari data yang dimiliki pemerintah daerah, seluruh jemaah yang diberangkatkan telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan layak. Meski demikian, terdapat sekitar 12 jemaah yang menggunakan kursi roda. Kondisi tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan tetap memungkinkan untuk berangkat dengan dukungan fasilitas serta pendampingan yang memadai.
Selain aspek kesehatan, Bupati Eman juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan selama berada di Tanah Suci. Ia mengimbau agar setiap kelompok jemaah tetap bersama dan saling mengawasi, mengingat perbedaan lingkungan, bahasa, serta kondisi geografis di Arab Saudi.
"Jaga kekompakan, jangan sampai ada yang tertinggal atau tersasar. Di sana berbeda dengan di sini, baik dari segi cuaca maupun lingkungan. Banyak bangunan yang terlihat serupa, sehingga rawan membuat jemaah tersesat," pesannya.
Ia juga menyoroti pengalaman sejumlah jemaah yang kerap tersasar saat pertama kali tiba di Makkah, terutama saat keluar dari pemondokan (maktab). Oleh karena itu, kewaspadaan dan koordinasi antaranggota rombongan menjadi hal krusial selama menjalankan ibadah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


