Tak Sekadar Bergerak, Agus Salim Ingin IKA PMII Pacitan Lebih Berdampak
Tantangan IKA PMII Pacitan ke depan bukan lagi soal eksistensi organisasi, melainkan sejauh mana kebermanfaatannya dirasakan publik.
PACITAN – Ketua terpilih IKA PMII Pacitan, Agus Salim, langsung menegaskan arah kepemimpinannya untuk menggeser orientasi organisasi dari sekadar bergerak menjadi berdampak nyata bagi masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan usai dirinya ditetapkan secara aklamasi sebagai ketua umum IKA PMII Pacitan periode 2026–2031 pada Muscab III di gedung DPRD Pacitan, Minggu (26/4/2026).
Ia menilai, tantangan ke depan bukan lagi soal eksistensi organisasi, melainkan sejauh mana kebermanfaatannya dirasakan publik.
Agus menegaskan, kepengurusan yang ia pimpin merupakan kelanjutan dari kerja-kerja sebelumnya. Ia tak ingin memutus apa yang sudah dibangun.

“IKA PMII Pacitan ini sudah periode ke-3. Pondasi awal diletakkan sahabat M. Zafry Wicaksono, kemudian diperkuat di periode sahabat Zainal Arifin. Tugas saya adalah untuk melanjutkan,” ujarnya.
Baginya, kesinambungan itu penting agar organisasi tidak kehilangan arah dan tetap berada di jalur yang sudah dirintis.
Graha Pergerakan Jadi Prioritas
Salah satu pekerjaan rumah yang langsung disorot adalah pembangunan Graha Pergerakan IKA PMII Pacitan.
Proyek yang sudah berjalan sejak 2023 itu ditargetkan bisa segera difungsikan.
“Kalau kita mau bersatu, saya yakin gedung graha pergerakan bisa kita selesaikan dan minimal sudah bisa ditempati di periode ini,” ucapnya.
Ia melihat graha tersebut bukan sekadar bangunan, tetapi pusat aktivitas sekaligus simbol kekompakan alumni.
Agus juga menyoroti perubahan orientasi gerakan. Ia menilai, organisasi tak cukup hanya aktif secara kegiatan, tetapi harus mampu memberi efek nyata.
“Ke depan kita tidak hanya harus mampu bergerak, tapi juga harus mampu berdampak, baik dari sisi kemanfaatan maupun keberkahan,” imbuhnya.
Dengan arah itu, program-program ke depan diharapkan lebih terukur dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Kunci di Soliditas Alumni
Menurut Agus, semua rencana itu tidak akan berjalan tanpa keterlibatan alumni. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam menggerakkan organisasi.
“Tanpa anggota yang solid, organisasi ini tidak akan berjalan maksimal,” katanya.
Soliditas, lanjutnya, menjadi fondasi utama agar agenda besar seperti penyelesaian graha dan penguatan peran sosial bisa tercapai.
IKA PMII sebagai Rumah Ideologis
Pandangan serupa juga disampaikan perwakilan PW IKA PMII Jawa Timur, Ahmad Nur Aminuddin. Ia menekankan pentingnya menjaga arah ideologis organisasi.
IKA PMII, kata dia, harus tetap menjadi rumah kader untuk merawat nilai-nilai Aswaja ala PMII, sekaligus ruang konsolidasi potensi alumni.
Ia juga mengingatkan, langkah ke depan harus diisi dengan gerakan nyata, termasuk distribusi kader agar kontribusi alumni makin terasa luas di tengah masyarakat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


