Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare Yogyakarta Terbongkar, Orang Tua Curiga Sejak Awal
Salah satu wali murid mengaku anaknya menunjukkan tanda-tanda trauma hanya dalam waktu singkat setelah dititipkan.
YOGYAKARTA – Dugaan penganiayaan anak di sebuah daycare di Umbulharjo, Kota Yogyakarta, mulai terungkap dari kecurigaan para orang tua.
Salah satu wali murid mengaku anaknya menunjukkan tanda-tanda trauma hanya dalam waktu singkat setelah dititipkan.
HF menuturkan, keponakannya yang masih balita langsung menolak kembali ke daycare setelah hari pertama.
“Setiap diajak berangkat selalu menangis dan bilang tidak mau. Ketakutannya sangat terlihat,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Awalnya, keluarga mengira reaksi tersebut adalah bagian dari proses adaptasi. Namun, setelah berulang kali terjadi, mereka mulai merasa ada yang tidak beres.
Pengakuan Anak Perkuat Dugaan
Kecurigaan semakin kuat ketika anak menyebut pengasuh di daycare bersikap kasar.
Meski tidak ditemukan luka fisik, trauma yang dialami anak dinilai cukup serius hingga harus dipindahkan ke tempat lain.
Informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan kekerasan terhadap anak-anak lain di lokasi yang sama juga memperkuat dugaan keluarga.
Kasus ini kini dalam penanganan aparat kepolisian.
Operasional daycare telah dihentikan sementara untuk kepentingan penyelidikan. Polisi masih mengumpulkan bukti dan memeriksa sejumlah pihak yang diduga terlibat.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk lebih selektif dalam memilih tempat penitipan anak, sekaligus mendorong pengawasan yang lebih ketat terhadap layanan daycare. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


