Advertisement
Peristiwa Daerah

Jelang Idul Adha, Fraksi PDIP DPRD Jatim Desak Pengawasan Ketat Lalu Lintas Ternak

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Erma Susanti, menekankan bahwa pencegahan dini adalah kunci utama agar peternak tidak merugi.

TIMES Indonesia,
Jelang Idul Adha, Fraksi PDIP DPRD Jatim Desak Pengawasan Ketat Lalu Lintas Ternak
Anggota Komisi B DPRD Jatim, Erma Susanti mendorong pengawasan ketat lalu lintas ternak demi menjaga kesehatan hewan kurban dan melindungi ekonomi peternak jelang Idul Adha 1447 H (FOTO: istimewa)
A-AA+

SURABAYA Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H, kewaspadaan terhadap kesehatan hewan kurban di Jawa Timur ditingkatkan.

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim secara tegas meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk memperketat pengawasan lalu lintas ternak guna mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Advertisement

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Erma Susanti, menekankan bahwa pencegahan dini adalah kunci utama agar peternak tidak merugi.

Menurutnya, Dinas Peternakan harus proaktif melakukan monitoring di lapangan serta menerapkan langkah antisipatif, seperti karantina kandang untuk membatasi akses orang yang berpotensi membawa virus.

“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Kandang perlu dijaga ketat, lalu lintas orang dibatasi dan hewan yang terindikasi segera mendapatkan penanganan, termasuk pengobatan dan pemberian nutrisi yang baik,” ungkap Erma Minggu (26/4/2026).

Bendahara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini juga mengingatkan pentingnya edukasi bagi peternak.

Ia mengimbau para peternak untuk tidak ragu segera melapor ke petugas kesehatan hewan jika ditemukan gejala penyakit pada hewan mereka.

Advertisement

Selain itu, setiap hewan yang hendak dijual atau berpindah tempat wajib mengantongi registrasi dari tenaga kesehatan hewan sebagai jaminan bebas PMK.

“Pengawasan lalu lintas ternak harus diperketat. Semua pihak harus bekerja sama, mulai dari dinas, peternak, hingga aparat terkait agar prosedur kesehatan benar-benar dijalankan,” tegasnya. 

"Jangan sampai peternak merugi karena kurangnya pengawasan. Ini momen penting bagi mereka untuk mendapatkan nilai ekonomi maksimal," sambung Erna.

Erma juga mendorong agar skema penjualan hewan kurban dilakukan seminimal mungkin melalui perantara, dan lebih diutamakan transaksi langsung dari kandang untuk mengurangi risiko penularan penyakit di titik-titik distribusi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Zisti Shinta Maharani
PenulisZisti Shinta MaharaniPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak November 2023. Fokus di bidang politik, pemerintahan, gaya hidup, seni budaya, teknologi serta isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia