Advertisement
Peristiwa Daerah

Di Tengah Ancaman El Nino, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Tinjau Waduk Prijetan

Para wakil rakyat ini memastikan ketersediaan air dan ketahanan pangan di Lamongan tetap berada dalam kondisi aman dan terkendali.

TIMES Indonesia,
Di Tengah Ancaman El Nino, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Tinjau Waduk Prijetan
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan meninjau langsung Waduk Prijetan untuk memastikan ketersediaan air di tengah ancaman El Nino, Minggu (26/4/2026) (Foto: Moch. Nuril Huda/TIMES Indonesia)
A-AA+

LAMONGAN Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan melakukan langkah konkret untuk membentengi sektor pertanian dari ancaman fenomena El Nino.

Melalui peninjauan langsung ke Waduk Prijetan, para wakil rakyat ini memastikan ketersediaan air dan ketahanan pangan di Lamongan tetap berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Advertisement

Langkah proaktif ini diambil menyusul peringatan BMKG terkait puncak kemarau yang diperkirakan melanda 61,4 persen wilayah Indonesia.

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Lamongan dituntut memiliki manajemen air yang presisi agar produktivitas petani tidak terganggu oleh cuaca ekstrem.

Ketahanan Air: Warisan Sejarah untuk Masa Depan

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan, Erna Sujarwati, menekankan pentingnya menjaga fungsi optimal infrastruktur pengairan.

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan - 2

Waduk Prijetan yang terletak di Desa Mlati, Kecamatan Kedungpring, merupakan infrastruktur vital yang telah berdiri sejak tahun 1917.

Advertisement

"Waduk Prijetan adalah warisan sejarah yang sangat vital bagi keberlangsungan pertanian kita. Meski usianya sudah lebih dari seabad, fungsinya harus tetap optimal sebagai benteng bagi petani dalam menghadapi dampak El Nino ekstrem," ujar Erna, Minggu (26/4/2026).

Erna mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya manajemen air yang bijak. Ia menghimbau agar pembukaan pintu air dilakukan secara terukur guna menjamin ketersediaan pasokan hingga musim tanam berikutnya.

Cadangan Air 87 Persen, Petani Tak Perlu Risau

Kabar baik datang bagi para petani di wilayah Lamongan Selatan.

Anggota Komisi C DPRD Lamongan, Achmad Umar Buwang, mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan teknis, ketersediaan air di Waduk Prijetan saat ini masih berada di angka 87 persen dari total kapasitas.

Cadangan air tersebut diproyeksikan sangat mencukupi untuk mengairi lahan pertanian di tiga kecamatan utama, yakni Kecamatan Kedungpring, Kecamatan Modo dan Kecamatan Sugio. 

"Waduk ini memiliki rekam jejak ketahanan yang luar biasa dan tidak pernah kering total. Dengan cadangan 87 persen, kami optimis produktivitas lahan palawija akan tetap terjaga meski memasuki puncak kemarau," kata Buwang. 

Inovasi Lingkungan dan Transformasi Waduk

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan - 1

Selain fokus pada teknis pengairan, Fraksi PDI Perjuangan juga menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dalam rangka memperingati Hari Bumi.

Aksi nyata dilakukan dengan menanam pohon klengkeng produktif di sepanjang 150 meter jalur akses menuju waduk.

Anggota Komisi B DPRD Lamongan, Ning Darwati, menjelaskan bahwa penanaman ini merupakan bagian dari visi besar untuk mentransformasi kawasan waduk menjadi destinasi wisata hijau.

"Kami ingin Waduk Prijetan memiliki nilai tambah. Selain sebagai jantung irigasi, kawasan ini diarahkan menjadi objek wisata yang asri. Pohon klengkeng yang ditanam akan memberikan keteduhan sekaligus manfaat ekonomi bagi warga sekitar di masa depan," tutur Kaji Ning. 

Melalui sinergi antara pengawasan infrastruktur, edukasi manajemen air, dan aksi penghijauan, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan berkomitmen mengawal kesejahteraan wong cilik agar tetap tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim global. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moch Nuril Huda
PenulisMoch Nuril HudaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia