Advertisement
Peristiwa Daerah

Kisah Jemaah Termuda Embarkasi Surabaya, Didaftarkan Mama Sejak Usia 1 Tahun

Aysylla Naila Sari asal Malang yang berusia 15 tahun tercatat menjadi jemaah haji termuda di Embarkasi Surabaya.

TIMES Indonesia,
Kisah Jemaah Termuda Embarkasi Surabaya, Didaftarkan Mama Sejak Usia 1 Tahun
Aysylla Naila Sari, calon Hajah termuda dari Embarkasi Haji Surabaya.(Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
A-AA+

SURABAYA Wajah Aysylla Naila Sari tampak berseri bahagia. Gadis berusia 15 tahun itu akan menjadi Hajah termuda dari Embarkasi Surabaya.

Ays berangkat bersama rombongan kelompok terbang (kloter) 16 asal Turen, Kabupaten Malang ke Tanah Suci pada Minggu (26/4/2026).

Advertisement

Kisah Ays menjadi inspirasi bagi para orang tua untuk mempersiapkan bekal ibadah bagi putra-putrinya sejak dini. Mamanya telah mendaftarkan haji sejak usia Ays 1 tahun.

Setelah 15 tahun berjalan, harapan itu benar-benar terwujud. Ays berangkat bersama kedua kakak perempuannya Nila Septiana Sari dan Cahaya Ira Puspita Sari beserta kakak ipar, Amsik Romachis.

Meskipun masa haji di tengah ujian kelulusan, Ays tetap bersemangat menunaikan ibadah rukun Islam kelima tersebut. Pihak sekolah MTSN 1 Kota Malang sebagai tempatnya menimba ilmu, bahkan sangat mendukung serta mengizinkan Ays mengikuti ujian kelulusan secara online.

Aysylla Naila Sari 2
Aysylla Naila Sari bersama kakaknya, Nila Septiana Sari merupakan rombongan haji kloter 16 asal Turen Kabupaten Malang. (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

"Ujiannya dari hape, mulai dari sebelum berangkat sampai nanti Senin pas di Madinah," kata Ays yang mengaku selain ibadah haji juga akan mencoba coffee shop di Madinah dan Mekkah. 

Advertisement

Sebagai anak bontot dari tiga bersaudara, Ays sangat disayang oleh orang tua dan kakak-kakaknya.

Nila Septiana Sari (33), kakak pertama Ays bercerita, bahwa kedua orang tuanya memang mengutamakan ibadah dalam setiap kesempatan. Bahkan, putri-putrinya tersebut sudah didaftarkan haji sejak muda. Ays terhitung paling kecil karena saat itu masih umur satu tahun. Sementara kakak-kakaknya saat itu berusia 20 tahunan.

"Saya juga dulu didaftarkan sejak sebelum menikah, ternyata jodoh saya tahun keberangkatan hajinya sama. Jadi, sekarang saya suami dan adik-adik," ucap Naila.

Ia bercerita bagaimana awal abah dan uminya mendaftarkan haji saat mereka semua masih belia. 

"Kalau kata Abah dan Umi itu, usia nggak ada yang tahu. Jadi, apa yang bisa diberikan ke anak itu diberikan dulu. Kalau bisa memberikan anak yang terbaik untuk ibadah, kata Abah diberikan sejak dini," ungkapnya membagikan rahasia keluarganya yang paling bermakna tersebut.

Nila mengenang kisah lucu saat pendaftaran Aysylla. Petugas haji harus mengambil foto sampai 33 kali take. Karena bayi Aysylla tergolong aktif. 

Dan hari ini, bayi yang telah tumbuh menjadi remaja itu bakal menyandang gelar Hajah. Meskipun sempat ada keraguan bagi pihak keluarga, apakah Aysylla jadi diberangkatkan atau tidak di usia dini, keraguan itu pun dipatahkan oleh semangat Aysylla.

"Ya, sempat ragu soalnya usia juga kan masih muda sekali, masih sekolah. Tetapi, ternyata anaknya meyakinkan Insya Allah Abah, aku bisa, bismillah," ujar Nila menirukan kata Aysylla.

Di sisi lain, Nila mengatakan jika Ays belum akan memakai gelar Hajah saat tiba di Indonesia nanti. Namun, jika sudah saatnya ketika dewasa, mungkin ia akan berubah pikiran. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Lely Yuana
PenulisLely YuanaPernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 8 September 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, birokrasi, hukum, gaya hidup, seni dan budaya, serta isu sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia