Advertisement
Peristiwa Daerah

Pemkab Lamongan Siapkan BLK sebagai Sekolah Sementara SRMA 25

Pemkab Lamongan menyiapkan gedung BLK sebagai lokasi sementara SRMA 25 sambil menunggu keputusan Kemensos, sekaligus merancang sekolah permanen di lahan 5,7 hektare.

TIMES Indonesia,
Pemkab Lamongan Siapkan BLK sebagai Sekolah Sementara SRMA 25
Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) kantor Disnaker Lamongan yang rencananya untuk tempat alternatif sementara proses belajar mengajar siswa SRMA 25 Lamongan, Senin (27/4/2026). (Foto: Moch. Nuril Huda/TIMES Indonesia)
A-AA+

LAMONGAN Pemkab Lamongan menyiapkan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) sebagai lokasi sementara kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 25 Lamongan. Kebijakan ini diambil sembari menunggu keputusan final terkait lokasi permanen sekolah berasrama tersebut.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, menyebut gedung BLK menjadi salah satu opsi strategis yang tengah dipertimbangkan. Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah alternatif lain, termasuk fasilitas sekolah dan pondok pesantren.

Advertisement

“Gedung BLK ini salah satu alternatif di samping opsi lainnya. Kita masih menunggu keputusan berikutnya,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Pemkab Lamongan juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Tiga opsi lokasi telah diajukan untuk mendapatkan kajian lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Di sisi lain, Pemkab Lamongan menyiapkan rencana jangka panjang dengan mengalokasikan lahan seluas 5,7 hektare di kawasan sekitar Lapangan Gajah Mada. Lahan tersebut akan dikembangkan menjadi pusat pendidikan terpadu berbasis sekolah berasrama gratis bagi anak dari keluarga kurang mampu, mulai jenjang SD hingga SMA.

Disnaker Lamongan 2

Saat ini, SRMA 25 Lamongan masih beroperasi di Kecamatan Brondong dengan memanfaatkan fasilitas SMK Negeri Maritim Lamongan. Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kemensos RI.

Advertisement

Kepala Disnaker Lamongan Mokhammad Zamroni menyatakan kesiapan gedung BLK sebagai lokasi alternatif. Ia menyebut peninjauan telah dilakukan oleh Bupati Lamongan dan jajaran terkait.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lamongan Galih Yanuar menegaskan bahwa opsi penggunaan gedung BLK menjadi usulan utama yang telah disampaikan ke Kemensos RI, meski masih memerlukan renovasi.

Menurutnya, relokasi sementara menjadi kebutuhan mendesak seiring mendekatnya Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Baik SRMA 25 maupun SMKN Maritim Lamongan diperkirakan akan menerima siswa baru, sehingga dibutuhkan ruang belajar yang lebih memadai.

“Penempatan di lokasi alternatif diperlukan agar masing-masing sekolah dapat berkembang secara optimal sambil menunggu keputusan final dari Kemensos,” kata Galih. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moch Nuril Huda
PenulisMoch Nuril HudaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia