Advertisement
Peristiwa Daerah

Dishub Kota Malang Bersih-Bersih Halte Tanpa Anggaran

Aki sejumlah komunitas yang membersihkan halte di Veteran 2 memicu Pemkot Malang, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.

TIMES Indonesia,
Dishub Kota Malang Bersih-Bersih Halte Tanpa Anggaran
Sejumlah personel Dishub Kota Malang saat melakukan pembersihan halte di kawasan Alun-alun Tugu. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Aksi sejumlah komunitas yang membersihkan halte di Veteran memicu reaksi Pemkot Malang, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Aksi gotong royong yang dilakukan sejumlah remaja pada Minggu (26/4/2026) kemarin, membuat Dishub Kota Malang sadar atas tanggung jawab merawat puluhan halte di Kota Malang, yang memang tak layak.

Atas bentuk tanggungjawab dan tindakan, akhirnya sejumlah personel Dishub Kota Malang diturunkan untuk membersihkan satu dari puluhan halte yang ada, tepatnya di tengah kota kawasan Alun-alun Tugu, Senin (27/4/2026).

Advertisement

“Tidak bisa dipungkiri kemarin ada komunitas yang bersih-bersih, itu jadi trigger. Tapi ini juga bentuk tanggung jawab kami karena kondisinya memang harus dibersihkan. Kalau lihat before-nya, luar biasa kotor, penuh sampah dan vandalisme,” ujar Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, Senin (27/4/2026).

Widjaja mengungkapkan, dari total 37 halte di Kota Malang, hampir seluruhnya membutuhkan pembersihan. Bahkan, satu halte di kawasan Gadang terpaksa dirobohkan karena kondisinya sudah membahayakan.

“Di Gadang itu rusak parah. Rangkanya sudah keropos, atapnya roboh, tinggal sekitar 25 persen. Akhirnya kita potong semua supaya tidak membahayakan,” jelasnya.

Meski secara kasat mata beberapa halte terlihat masih berdiri kokoh setelah dibersihkan, Widjaja mengakui struktur bangunan sebenarnya sudah rapuh. Namun, karena keterbatasan anggaran, perawatan yang bisa dilakukan saat ini hanya sebatas pembersihan.

Dishub Kota Malang 2

“Harus diakui, membangun itu lebih mudah daripada merawat. Perawatan maksimal yang bisa kita lakukan sekarang ya membersihkan dari sampah, kotoran, dan tanaman liar. Untuk perbaikan struktur, kita masih menunggu ketersediaan anggaran,” tegasnya.

Ironisnya, Dishub Kota Malang juga mengakui tidak memiliki anggaran khusus untuk kegiatan bersih-bersih halte. Aktivitas tersebut hanya dilakukan sebagai bagian dari tugas pokok dan fungsi (tusi) dinas.

“Anggaran bersih-bersih itu tidak ada. Ini bagian dari tusi Dishub untuk merawat infrastruktur dan perlengkapan jalan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, pembersihan melibatkan dua bidang sekaligus, yakni Bidang Angkutan dan Bidang Lalu Lintas. Namun, hingga saat ini, upaya tersebut masih dilakukan secara bertahap, dengan prioritas di kawasan tengah kota.

“Hari ini baru satu halte yang dibersihkan. Kita mulai dari tengah kota karena pengguna di sana lebih banyak, baik pengguna aktif seperti penumpang angkutan umum, maupun pengguna pasif yang sekadar berteduh,” imbuhnya.

Widjaja juga menyoroti rendahnya tingkat pemanfaatan halte oleh masyarakat, terutama di wilayah pinggiran. Ia menilai, kondisi ini tidak lepas dari budaya masyarakat yang masih enggan berjalan kaki dan lebih memilih transportasi yang langsung mengantar dari titik awal ke tujuan.

“Kalau masyarakat sudah merasa butuh angkutan umum, halte pasti jadi kebutuhan. Tapi sekarang angkutan umum itu masih dianggap pelengkap. Orang cenderung ingin dari titik asal langsung ke tujuan tanpa berjalan kaki,” jelasnya.

Padahal, menurutnya, keberadaan halte sangat penting sebagai titik naik-turun penumpang guna menjaga kelancaran lalu lintas dan kecepatan angkutan umum. Namun, ia mengakui bahwa fungsi ideal tersebut belum sepenuhnya berjalan.

“Ini proses. Mungkin sekarang halte belum terlalu dirasakan manfaatnya, tapi sudah mulai dimanfaatkan, setidaknya sebagai tempat berteduh,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia