Hotbottles Recycle Company Dorong Ekosistem Kreatif Berbasis Sampah di Kota Malang
Hotbottles Recycle Company resmi membentuk komunitas Garbage Designer Kota Malang dan meluncurkan buku 'Sarwo Migunani'. Gerakan ini memperkuat ekosistem kreatif berbasis lingkungan di bawah naungan Dana Indonesiana.
MALANG – Melanjutkan kesuksesan Pelatihan Upcycle Plastic Creations pada pertengahan April lalu, Hotbottles Recycle Company kembali menggelar rangkaian kegiatan berskala besar di Cafe Nogo Keling, Sudimoro, Kota Malang, Minggu (26/4/2026). Perhelatan ini menandai babak baru gerakan lingkungan melalui tiga agenda utama: pameran karya upcycle, peluncuran buku Sarwo Migunani, serta peresmian komunitas Garbage Designer Kota Malang.
Dalam pameran tersebut, sebanyak 28 karya upcycle hasil kreativitas peserta pelatihan ditampilkan bersanding dengan karya spesial dari Founder Hotbottles, Taufiq Sholeh Saguanto. Seluruh instalasi seni tersebut berbahan baku botol plastik dan limbah rumah tangga yang dikonversi menjadi objek estetis bernilai tinggi. Pameran ini sekaligus menjadi pernyataan kolektif bahwa masyarakat Kota Malang siap menjadi bagian dari solusi krisis sampah perkotaan melalui pendekatan kreatif.
Agenda penting lainnya adalah peluncuran buku berjudul Sarwo Migunani. Buku ini merupakan kristalisasi filosofi Jawa yang menjadi ruh gerakan Hotbottles, yakni prinsip bahwa segala sesuatu harus memberikan manfaat bagi diri sendiri, sesama, alam, hingga masa depan. Konsep Sarwo Migunani Circle yang mencakup nilai kebermanfaatan, keselarasan, dan regenerasi kini terdokumentasi secara literasi sebagai panduan bagi pegiat kreatif berbasis lingkungan.
“Buku ini adalah warisan. Bukan hanya untuk Hotbottles, tapi untuk siapa saja yang percaya bahwa sampah bukan akhir dari segalanya,” ujar Taufiq Sholeh Saguanto dalam sambutannya.
Puncak acara ditandai dengan pembentukan resmi komunitas Garbage Designer Kota Malang. Wadah ini diproyeksikan sebagai pusat kolaborasi bagi seniman, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk mengelola sampah sebagai sumber daya kreatif. Melalui komunitas ini, Hotbottles bertransformasi dari sekadar program pelatihan menjadi ekosistem kreatif yang berakar kuat di masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Drs. Gamaliel Raymond Hatigoran, M.AP. Dalam arahannya, Raymond menegaskan dukungan penuh pemerintah kota terhadap inisiatif ini.
“Kota Malang bangga menyaksikan lahirnya Garbage Designer sebagai komunitas yang akan menjadi garda terdepan pengelolaan sampah kreatif. Ini adalah langkah konkret yang kami dukung penuh,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, aktivis lingkungan peraih Kalpataru, Ir. Bambang Irianto, menyebut gerakan Hotbottles sebagai contoh nyata kekuatan komunitas akar rumput dalam mendorong perubahan lingkungan. Hadir pula Muhammad Anwar, Director Pengembangan Kebudayaan dan Heritage Indonesian Creative Cities Network (ICCN), yang membuka peluang kolaborasi Hotbottles ke dalam jaringan kota kreatif nasional.
Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari Program Karya Kreatif Inovatif dalam skema Dana Indonesiana, yang didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan LPDP. Dukungan strategis ini mengukuhkan posisi Hotbottles sebagai bagian dari agenda nasional dalam membangun ekosistem kebudayaan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara pameran karya, literasi buku, dan wadah komunitas, Hotbottles membuktikan bahwa perubahan nyata bermula dari keberanian komunitas untuk bermimpi besar. Gerakan ini tidak hanya mengajak masyarakat peduli lingkungan, tetapi juga membangun fondasi ekonomi kreatif yang menjadikan limbah sebagai sumber daya masa depan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


