Advertisement
Peristiwa Daerah

Matangkan Kawasan Strategis, Pemkot Samarinda Bidik Percepatan Pembangunan Terintegrasi

Pematangan usulan kawasan strategis diharapkan masuk dalam prioritas pembangunan nasional melalui program Integrated City Planning (ICP) dari Kementerian Pekerjaan Umum.

TIMES Indonesia,
Matangkan Kawasan Strategis, Pemkot Samarinda Bidik Percepatan Pembangunan Terintegrasi
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti memimpin rapat di Ruang Rapat Sekda, Senin (27/4/2026) (FOTO: Diskominfo Samarinda for TIMES Indonesia)
A-AA+

SAMARINDA Upaya mempercepat transformasi kota terus digenjot Pemerintah Kota Samarinda (Pemkot Samarinda).

Salah satunya melalui pematangan usulan kawasan strategis yang diharapkan masuk dalam prioritas pembangunan nasional melalui program Integrated City Planning (ICP) dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Advertisement

Langkah tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Neneng Chamelia Shanti di lingkungan Balai Kota.

Forum ini menjadi bagian penting dalam menyelaraskan rencana daerah menjelang agenda perencanaan pembangunan yang lebih luas, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Dalam dinamika pembangunan perkotaan, momentum ini bukan sekadar rutinitas administratif. Ia menjadi ruang strategis bagi daerah untuk 'menawarkan' prioritas pembangunan kepada pemerintah pusat.

Melalui skema ICP yang digagas Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Samarinda masuk dalam daftar daerah yang mendapat perhatian khusus, sejajar dengan sejumlah kota lain di Indonesia.

Posisi tersebut dinilai sebagai peluang besar. Sebab, tidak semua daerah mendapatkan akses pada pendekatan perencanaan terintegrasi yang menitikberatkan pada sinkronisasi antar sektor, mulai dari infrastruktur, tata ruang, hingga penguatan ekonomi kawasan.

Advertisement

Sejumlah proyek strategis yang diusulkan sebelumnya telah dimasukkan dalam dokumen perencanaan daerah, termasuk melalui Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Dokumen ini menjadi dasar penilaian bagi pemerintah pusat dalam menentukan prioritas intervensi pembangunan. Dengan kata lain, kualitas perencanaan daerah akan sangat menentukan sejauh mana dukungan pusat dapat diperoleh.

Namun, di balik peluang tersebut, sejumlah tantangan turut mencuat. Salah satu isu utama adalah kesiapan lahan yang harus dalam kondisi 'clean and clear'.

Persoalan ini kerap menjadi hambatan klasik dalam implementasi proyek strategis, terutama di kawasan yang membutuhkan penataan ulang atau relokasi.

Dalam arahannya, Neneng Chamelia Shanti menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam aspek pembiayaan. Ia mengingatkan agar setiap rencana pemindahan atau penataan tidak menimbulkan beban anggaran yang tidak terkendali.

“Anggaran jangan sampai tidak terkendali dalam hal pemindahan. Karena itu, kita perlu standar yang jelas dari pihak pengusul, bukan dari pemerintah. Dengan begitu tidak ada tambahan-tambahan di kemudian hari,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemetaan kawasan secara komprehensif. Menurutnya, tidak semua wilayah harus mengalami relokasi. Keputusan harus didasarkan pada analisis yang realistis, mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.

“Lakukan mapping yang detail. Tentukan mana yang memang harus dipindah dan mana yang tidak. Kita harus realistis, karena kemampuan anggaran daerah juga terbatas,” tambahnya.

Dalam kerangka besar ICP, konsep pengembangan yang dirancang untuk Samarinda mencakup penataan koridor strategis kota, revitalisasi kawasan Sungai Karang Mumus sebagai ruang ekologis, serta peningkatan konektivitas antar wilayah.

Pendekatan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki wajah kota, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Bagi Samarinda, proses ini bukan hanya tentang mengejar proyek pembangunan, melainkan membangun fondasi kota masa depan. Kota yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga memiliki sistem yang terintegrasi, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Dengan pematangan usulan kawasan strategis ini, Pemkot Samarinda berharap dapat memperkuat posisinya dalam peta pembangunan nasional - membuka peluang lebih besar bagi investasi, peningkatan kualitas infrastruktur, serta kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.(d)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Syahir
PenulisAhmad SyahirPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia