Advertisement
Peristiwa Daerah

Jurnalis Jadi Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi Pilih Berangkat Haji Reguler Bareng Warga

Wali Kota Dedy Wahyudimengaku sengaja tidak mengambil jalur haji khusus. Ia ingin menjalani proses yang sama, mulai dari keberangkatan hingga pelayanan di embarkasi.

TIMES Indonesia,
Jurnalis Jadi Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi Pilih Berangkat Haji Reguler Bareng Warga
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi (Foto: Kanwil Kemenhaj Sumbar for TIMES Indonesia)
A-AA+

BENGKULU Di tengah ratusan jemaah haji yang bersiap menuju Tanah Suci di musim haji 2026, sosok Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi ikut berbaur tanpa sekat.

Ia memilih berangkat melalui jalur haji reguler, satu kloter bersama warganya, untuk merasakan langsung perjalanan ibadah seperti yang dijalani masyarakat.

Advertisement

Wali Kota Dedy Wahyudi, yang tergabung dalam Kloter 04 Embarkasi Padang itu mengaku sengaja tidak mengambil jalur haji khusus. Ia ingin menjalani proses yang sama, mulai dari keberangkatan hingga pelayanan di embarkasi.

“Saya ingin betul merasakan bersama masyarakat. Saya ingin berbaur dengan para jemaah,” ujarnya saat ditemui di Ruang Tunggu Bandara Minangkabau, Senin (27/4/2026) malam.

Baginya, pengalaman berhaji bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga ruang untuk memahami langsung kondisi dan kebutuhan jemaah di lapangan.

Ia berangkat bersama istri dan jemaah asal Kota Bengkulu serta mengikuti seluruh tahapan layanan sebagaimana jemaah lainnya. Sejak tiba di Embarkasi Padang, ia menyaksikan langsung proses pelayanan yang diberikan kepada jemaah.

“Alhamdulillah, begitu sampai di sini langsung disambut panitia, diberikan makan dan snack. Semua jemaah makan dulu sebelum melaksanakan salat,” katanya.

Advertisement

Ia bahkan sempat mengapresiasi menu makanan yang disajikan kepada jemaah, yang menurutnya sesuai dengan selera masyarakat Bengkulu. “Makanannya enak, segar. Ada rendang ayam, ada ikan. Selera Bengkulu dengan Minang ini hampir sama,” ujarnya.

Selain pelayanan konsumsi, ia juga menyoroti kesiapan petugas dalam menangani jemaah yang membutuhkan perhatian khusus. “Tadi ada jemaah kami yang sakit dan langsung mendapat perawatan. Ini menunjukkan pelayanan berjalan dengan baik,” katanya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran penyelenggara haji di Embarkasi Padang yang dinilai telah memberikan pelayanan optimal. “Terima kasih kepada Kanwil dan seluruh petugas. Ini pemberangkatan awal, tapi hampir semua berjalan dengan baik,” ujarnya.

Di balik perjalanannya, ia juga menitipkan doa bagi masyarakat Bengkulu agar senantiasa diberikan perlindungan dan keberkahan. “Kami mendoakan seluruh masyarakat Bengkulu selalu sehat, dijauhkan dari bencana, serta dimudahkan segala urusannya,” katanya.

Ia juga berharap seluruh jemaah yang berangkat dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan utuh. “Semoga kami berangkat dan pulang lengkap, tanpa kurang satu apa pun,” ujarnya.

Perjalanan haji kali ini juga menjadi refleksi pribadi bagi dirinya. Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, ia memulai karier sebagai jurnalis hingga akhirnya dipercaya memimpin Kota Bengkulu.

“Dulu saya wartawan, kemudian dipercaya menjadi wakil wali kota, dan sekarang melanjutkan sebagai wali kota,” katanya.

Kini, ia memilih kembali menjadi bagian dari masyarakat, menjalani perjalanan spiritual tanpa sekat jabatan, menyatu dalam barisan jemaah menuju Tanah Suci. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Diona Arvoni
PenulisDiona ArvoniPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2025. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia