Advertisement
Peristiwa Daerah

54 Korban Luka Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek-KRL Seluruhnya Sadar, 15 Sudah Dipulangkan

RSUD Bekasi memastikan 54 korban luka tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL dalam kondisi sadar. Sebanyak 15 pasien sudah dipulangkan, sementara korban lain masih dirawat intensif.

TIMES Indonesia,
54 Korban Luka Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek-KRL Seluruhnya Sadar, 15 Sudah Dipulangkan
Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL (FOTO: tribunnews.com)
A-AA+

JAKARTA Direktur Utama RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, memastikan seluruh 54 korban luka akibat kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang dirawat di rumah sakit tersebut dalam kondisi sadar.

“Semuanya ada keluarganya, dan tidak ada yang tidak sadar,” ujar Niken saat memberikan keterangan di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Advertisement

Menurutnya, korban yang dievakuasi sejak Senin (27/4/2026) malam mengalami beragam jenis cedera akibat benturan keras. Sebagian besar mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuh, sementara beberapa lainnya menderita patah tulang atau fraktur dan telah dijadwalkan menjalani tindakan operasi.

“Jenisnya macam-macam, ada beberapa fraktur dan sudah direncanakan untuk operasi, tetapi masih menunggu pemeriksaan spesialis lainnya. Ada juga yang mengalami luka memar di paha, kaki, maupun wajah,” jelasnya.

Dari total 54 korban luka yang ditangani RSUD Bekasi, sebanyak 15 pasien telah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan karena kondisinya stabil. Sementara sekitar 17 korban lainnya menjalani rawat inap intensif di Ruang Bougenville untuk observasi lanjutan maupun tindakan operasi.

KAI dan KRL
(FOTO: bisnis.com)

“Ada 15 orang sudah pulang tadi pagi karena bisa lanjut rawat jalan. Kemudian yang mendapatkan rawat inap untuk penanganan lebih lanjut, termasuk operasi dan observasi, kurang lebih 17 orang,” kata Niken.

Advertisement

Sementara itu, pasien lain yang belum dipindahkan ke ruang rawat inap masih berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) guna menyelesaikan proses pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis.

Untuk mendukung penanganan korban, RSUD Bekasi menyiapkan empat dokter spesialis ortopedi serta total 90 tenaga medis spesialis.

Niken juga memastikan seluruh korban telah teridentifikasi dan masing-masing sudah didampingi keluarga. Namun, pendataan detail terkait kategori luka ringan dan berat masih terus dilakukan.

Selain menangani korban luka, RSUD Bekasi juga menerima tiga korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Seluruh jenazah telah diserahkan kepada keluarga.

“Di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid ada tiga orang yang meninggal dan semuanya sudah diambil keluarganya. Satu di antaranya sudah diberangkatkan ke Jawa,” ujarnya.

Sebagai bentuk layanan terpadu, RSUD Bekasi membuka dua posko, yakni Posko Informasi bersama Polda Metro Jaya di area depan rumah sakit untuk keluarga korban, serta Posko Layanan Medis di IGD.

Diketahui, kecelakaan terjadi pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920, melibatkan KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.

Berdasarkan data terbaru, insiden tersebut menewaskan 14 penumpang KRL dan menyebabkan 84 orang luka-luka. Sementara seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat. Para korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia