Koops Habema Lumpuhkan Jeki Murib, Komandan Ops OPM Kodap 18 Ilaga
Koops Habema melumpuhkan Jeki Murib, Komandan Ops OPM Kodap 18 Ilaga, dalam baku tembak di Distrik Omukia, Papua.
JAKARTA – TNI melalui Komando Operasi (Koops) Habema berhasil melumpuhkan Komandan Operasi Kepala Air OPM Kodap 18 Ilaga, Jeki Murib, dalam aksi baku tembak di Kampung Pinapa, Distrik Omukia, Papua, pada 20 April 2026.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf Wirya Arthadiguna membenarkan bahwa Jeki Murib tewas dalam kontak senjata tersebut.
“Betul, aksi baku tembak itu menewaskan Jeki Murib,” ujar Wirya saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Menurut Wirya, Jeki Murib disebut bertanggung jawab atas sejumlah aksi kekerasan di Papua, mulai dari penyerangan bandara, serangan terhadap masyarakat sipil, hingga aksi terhadap karyawan PT Freeport Indonesia.
Keberadaan Jeki, kata dia, dinilai selama ini menciptakan rasa takut di tengah masyarakat serta mengganggu stabilitas keamanan dan aktivitas sosial ekonomi di sejumlah wilayah Papua.
“Aksi OPM tersebut menimbulkan ketakutan dan mengganggu kehidupan masyarakat, termasuk menghambat roda perekonomian dan aktivitas masyarakat,” kata Wirya.
Ia menegaskan, kehadiran Koops Habema di wilayah tersebut bertujuan menghentikan teror bersenjata sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat.
Penindakan terhadap Jeki Murib, lanjutnya, merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025, khususnya Pasal 7 ayat (2) huruf B poin 1 dan 2 terkait tugas TNI dalam mengatasi gerakan separatis bersenjata dan pemberontakan bersenjata.
Selain dasar hukum tersebut, operasi ini juga disebut selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 yang menekankan pendekatan terpadu antara keamanan dan kesejahteraan di Papua.
“Langkah ini sejalan dengan pendekatan terpadu antara keamanan dan kesejahteraan, dengan prioritas utama pada perlindungan masyarakat dan percepatan pembangunan di Papua,” jelas Wirya.
Koops Habema berharap pascapenindakan ini situasi keamanan di Papua dapat lebih kondusif, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan pembangunan di wilayah tersebut berjalan lebih optimal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


