Advertisement
Peristiwa Daerah

Selama 12 Tahun Banyuwangi Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 4.500 Warga

Selama lebih dari satu dekade, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui operasi katarak gratis.

TIMES Indonesia,
Selama 12 Tahun Banyuwangi Gelar Operasi Katarak Gratis untuk 4.500 Warga
Operasi katarak gratis di Banyuwangi. (FOTO: Humas Pemkab for TIMES Indonesia)
A-AA+

BANYUWANGI Selama lebih dari satu dekade, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui operasi katarak gratis.

Sejak digulirkan pada 2014, program ini telah membantu lebih dari 4.500 warga mendapatkan kembali penglihatannya.

Advertisement

Konsistensi tersebut kembali terlihat pada pelaksanaan bakti sosial operasi katarak gratis yang digeber tahun ini. Program hasil kolaborasi apik Pemkab Banyuwangi, Palang Merah Indonesia (PMI), dan John Fawcett Foundation (JFF) itu diikuti ratusan warga dari berbagai daerah.

Pada pelaksanaan tahap pertama, sebanyak 718 warga tercatat mendaftar untuk mengikuti operasi yang berlangsung selama lima hari, mulai Selasa (28/4/2026) hingga Sabtu (2/5/2026). Dari jumlah tersebut, ditargetkan sekitar 300 hingga 350 pasien dapat menjalani tindakan operasi.

Hadir saat membuka operasi katarak gratis di markas PMI Banyuwangi, Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo, menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program yang telah berjalan selama 12 tahun tersebut. Menurutnya, kehadiran layanan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada PMI Banyuwangi dan John Fawcett Foundation yang terus konsisten menghadirkan layanan ini. Program ini tidak hanya memulihkan penglihatan warga, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas mereka,” kata Guntur, Selasa (28/4/2026).

Selain operasi katarak, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan mata gratis bagi 1.500 hingga 2.000 orang. Tak hanya itu, sebanyak 151 pasien mendapatkan penanganan gangguan refraksi, serta 15 pasien menerima layanan pemasangan bola mata palsu (protesa).

Advertisement

Pelaksanaan bakti sosial ini melibatkan tujuh dokter spesialis mata, 32 tenaga medis, serta relawan dari berbagai unsur, termasuk Dinas Kesehatan dan PMI. Proses operasi dilakukan di dua lokasi, yakni Markas PMI Banyuwangi dan RSUD Blambangan.

Ketua JFF Indonesia, I Gede Bingin, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pemerintah daerah dalam menekan angka kebutaan, khususnya akibat katarak.

“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan JFF Australia Board Member, dr. Joss Meyer. Dia mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan kemanusiaan tersebut dan melihat antusiasme masyarakat Banyuwangi.

“Ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara Australia, Indonesia, dan masyarakat Banyuwangi. Kami berharap kegiatan ini membawa dampak positif bagi kesehatan mata warga,” ungkapnya.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Sayunah (52), warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, mengaku telah menderita katarak selama tiga tahun terakhir. Ia bersyukur bisa mengikuti operasi secara gratis.

“Saya sangat terbantu dengan adanya program ini. Semoga setelah operasi, penglihatan saya bisa kembali normal,” katanya.

Hal serupa juga dirasakan M. Misbahul Munir (32), warga Tulungagung, yang mengikuti pemasangan bola mata palsu. Dia bahkan rela datang dari luar daerah demi mendapatkan layanan tersebut.

“Kalau di rumah sakit, biayanya bisa sampai jutaan rupiah. Program ini sangat membantu masyarakat seperti saya,” ujarnya.

Selama 12 tahun berjalan, program operasi katarak gratis ini tak hanya menjadi layanan kesehatan, tetapi juga menjadi harapan bagi ribuan warga untuk kembali melihat dunia dengan lebih jelas.

Pemkab Banyuwangi pun berharap, kolaborasi ini terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muhamad Ikromil Aufa
PenulisMuhamad Ikromil AufaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2024. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia