Perkuat Legalitas dan Digitalisasi, DKUKMP Kota Banjar Dukung Akselerasi UMKM Lokal
DKUKMP Kota Banjar dorong daya saing UMKM lewat fasilitasi legalitas usaha (NIB) dan pemberdayaan digital bagi brand lokal seperti Kesah Prayer Clothing dan HIJRA.
BANJAR – Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) terus berkomitmen dalam mendorong penguatan daya saing produk lokal.
Langkah ini diwujudkan melalui aksi nyata pemberian fasilitas legalitas usaha serta pendampingan pemberdayaan bagi para pelaku UMKM.
Kepala Bidang Koperasi dan UMKM pada Dinas KUKMP Kota Banjar, Herti Kartikawati, S.Sos., M.AP, menyatakan bahwa pihaknya beserta jajaran urusan UMKM tengah gencar melaksanakan Fasilitasi Legalitas Usaha dan Pemberdayaan UMKM sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Banjar.
Legalitas sebagai Kunci Kepercayaan Konsumen
Dalam agenda tersebut, Bidang UMKM menyerahkan secara langsung sertifikat Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada unit usaha "KESAH PRAYER CLOTHING".
Penyerahan legalitas ini bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan langkah strategis untuk memperkuat identitas usaha.
"Fasilitasi NIB bagi Kesah Prayer Clothing merupakan upaya kami untuk menguatkan identitas legalitas usaha. Dengan adanya NIB, kepercayaan konsumen terhadap produk perlengkapan ibadah muslim yang mereka hasilkan akan semakin meningkat," ujar Herti Kartikawati, Selasa (28/4/2026).
Transformasi Digital dan Inovasi Berkelanjutan
Selain aspek legalitas, DKUKMP juga memberikan perhatian khusus pada aspek pemberdayaan melalui dukungan terhadap "HIJRA", salah satu jenama lokal yang telah berkiprah sejak tahun 2018.
Melalui program Fasilitasi Pemberdayaan UMKM, "HIJRA" didorong untuk melakukan transformasi digital dan inovasi berkelanjutan.
Hal ini dilakukan agar pengalaman panjang yang telah dimiliki dapat terkonversi menjadi pertumbuhan bisnis yang lebih signifikan di masa depan.
Herti menambahkan bahwa transformasi ini diharapkan mampu menjadikan "HIJRA" sebagai role model bagi pelaku usaha lainnya.
"Target Utama transformasi ini yakni meningkatkan skala bisnis melalui ekosistem digital. Outputnya adalah menciptakan inspirasi bagi pelaku UMKM di industri serupa," jelasnya.
Pemerintah Kota Banjar berharap dengan adanya sinergi antara legalitas yang kuat dan penguasaan teknologi digital, produk-produk UMKM Banjar tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di kancah nasional bahkan internasional.
"Kami ingin para pelaku UMKM kita naik kelas. Legalitas adalah 'paspor' mereka untuk melangkah lebih jauh, sementara inovasi digital adalah mesin penggeraknya," pungkas Herti. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

