Lima Kloter Jemaah Lamongan Berangkat Menuju Asrama Haji Surabaya
Pemkab Lamongan memberangkatkan lima kloter jamaah haji pada hari pertama dari total 2.758 jamaah yang terbagi dalam delapan kloter.
LAMONGAN – Sebanyak lima kloter jemaah haji asal Kabupaten Lamongan diberangkatkan pada hari pertama, Rabu (29/4/2026), dari Pendopo Lokatantra menuju Asrama Haji Surabaya. Pemberangkatan dilakukan bertahap sejak pagi hingga malam hari sebagai bagian dari total delapan kloter jamaah haji tahun ini.
“Hari ini adalah hari yang dinantikan, panggilan Allah SWT akhirnya terlaksana. Semoga seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar sebagaimana harapan kita bersama,” ujar Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat pemberangkatan kloter 30 dan kloter 31.
Bupati juga mendoakan seluruh jamaah agar diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci hingga kembali ke Lamongan dengan predikat haji mabrur.
Ia menambahkan, meningkatnya jumlah jamaah haji asal Lamongan pada tahun ini menjadi kabar menggembirakan sekaligus indikator meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, bupati turut menyerahkan penghargaan kepada jamaah tertua dan termuda sebagai bentuk apresiasi dan perhatian pemerintah daerah.
Jamaah tertua tahun ini adalah Mujiono bin Purwo (90) asal Kedungpring, sedangkan jamaah termuda yakni Najwa Amelia binti Nur Huda (17) asal Solokuro.
Berdasarkan laporan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, Abdul Ghofur, total jamaah haji asal Lamongan tahun ini mencapai 2.758 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 1.247 jamaah laki-laki dan 1.511 jamaah perempuan.
Seluruh jamaah terbagi dalam delapan kloter, yakni kloter 30 hingga kloter 37.
Pada hari pertama pemberangkatan, lima kloter diberangkatkan secara bertahap sejak pagi hingga malam hari. Sementara dua kloter lainnya dijadwalkan berangkat pada Kamis, dan satu kloter terakhir pada Jumat.

Adapun rincian jumlah jamaah per kloter meliputi kloter 30 sebanyak 222 jamaah, kloter 31 sebanyak 376 jamaah, kloter 32 sebanyak 375 jamaah, kloter 33 sebanyak 375 jamaah, kloter 34 sebanyak 374 jamaah, kloter 35 sebanyak 376 jamaah, kloter 36 sebanyak 375 jamaah, serta kloter 37 sebanyak 285 jamaah.
Pada penyelenggaraan haji tahun ini, pemerintah juga mengusung tagline “Haji Ramah Lansia, Haji Ramah Disabilitas, dan Haji Ramah Perempuan”. Abdul Ghofur menjelaskan, pelayanan bagi jamaah kelompok rentan terus diperkuat melalui penerapan skema murur dan tanazul.
Skema murur memungkinkan jamaah tidak perlu bermalam di Muzdalifah dan langsung menuju Mina. Sementara skema tanazul memberikan kemudahan bagi jamaah untuk tidak menginap di Mina dan kembali ke hotel.
“Skema ini diterapkan untuk memberikan kemudahan, terutama bagi jamaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan perempuan,” tutur Ghofur.
Untuk memastikan pelayanan optimal, pemerintah juga menyiapkan petugas haji yang terdiri dari 13 orang PPIH, 13 tenaga kesehatan haji kloter (TKHK), 8 petugas haji daerah (PHD), serta 10 pembimbing ibadah haji KBIHU. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


