Rencana Diportal Warga, Pengusaha Tebu di Tlogosari Akhirnya Sepakat Sumbang Pembangunan Jalan
Puluhan warga dari Desa Sulek, Gunosari dan Desa Troto memenuhi Kantor Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso. Mereka bertemu pengusaha tebu.
Bondowoso – Puluhan warga dari Desa Sulek, Gunosari dan Desa Troto memenuhi Kantor Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso. Mereka bertemu sejumlah pengusaha tebu untuk melakukan musyawarah, Rabu (29/4/2026).
Pertemuan tersebut difasilitasi pihak kecamatan. Tampak hadir Camat Tlogosari, Rian Hidayat, Danramil, dan perwakilan Polsek setempat.
Perwakilan warga sempat mengusulkan untuk membangun portal di jalan yang diperbaiki dari hasil swadaya warga. Hal itu untuk memastikan tonase truk tebu yang melintas tidak melebihi kapasitas jalan.
Namun setelah melalui proses musyawarah yang cukup panjang, akhirnya rencana pembangunan portal di ruas jalan kabupaten itu tidak jadi, dengan catatan pengusaha tebu juga ikut berkontribusi.
Camat Tlogosari, Rian Hidayat menjelaskan, warga dan pengusaha tebu bersepakat bahwa pengusaha tebu secara sadar akan berkontribusi tiap tahun Rp 500 ribu per hektar.
Kontribusi tersebut kata dia, 100 persen akan digunakan untuk perbaikan pembangunan dan perawatan jalan, selama belum dibangun pemerintah kabupaten. “Karena selama ini kan pembangunan bersifat lapen dan rabat, cor-coran,” paparnya.
Ruas jalan yang dibangun swadaya merupakan akses dari tiga desa. Yakni Desa Sulek, Gunosari dan Desa Trotosari. Jika ditotal panjangnya sekitar 2 kilometer lebih dan yang sudah ditangani sekitar 1 kilometer.
"Yang rusak parah itu 2 kilometer. Akan dipikirkan perbaikan melalui kontribusi ini (pengusaha tebu) plus swadaya masyarakat yang terus berjalan," katanya.
Kemudian dari kontribusi pengusaha tebu itu dibentuk panitia mandiri dari tiga desa untuk mengelola keuangan. Bahkan susunan panitia itu juga ada perwakilan dari pengusaha tebu sendiri. "Sehingga betul-betul tidak ada dusta diantara mereka," paparnya.
Ia juga memaparkan bahwa dari 9 pengusaha yang diundang, terdata ada 47 hektar lebih lahan tebu.
Sebenarnya untuk tonase kata dia, para pengusaha tebu sudah sadar, karena kalau terlalu berat kendaraan bisa oleng dan jatuh.
Sementara yang dikeluhkan warga adalah kepedulian pengusaha terhadap kondisi jalan. "Swadaya masyarakat sudah timbul, pengusaha tebu harus berkontribusi," paparnya.
Kemudian untuk tonase batas maksimal tonase tidak lebih dari 7 ton atau harus di bawah 7 ton. “Untuk rencana pembangunan portal tidak jadi,” imbuhnya.
Rian menjelaskan, hasil musyawarah ini sudah dituangkan dalam berita acara kesempatan dan ini menjadi pedoman bersama dan harus dipatuhi.
"Ini kehendak bersama, bukan keinginan saya, bukan keinginan pak danramil bukan keinginan desa, bukan keinginan pengusaha tebu. Inilah hukum tertinggi yang harus dipedomani bersama," imbaunya.
Kepala Desa Trotosari, Bramono Eko Putra mengatakan, perbaikan jalan selama ini menggunakan anggaran swadaya warga sekitar. Karena dalam beberapa tahun terakhir, belum tersentuh perhatian Pemkab Bondowoso, padahal jalan tersebut masuk dalam kategori jalan kabupaten.
“Sejak bulan tiga (Maret, red) kemarin sudah diperbaiki, dari Sulek bawah sampai Sulek atas,” katanya.
Panjang kerusakan jalan yang menghubungkan tiga desa tersebut, kurang lebih mencapai tiga kilometer. Kerusakannya sudah terjadi hampir 10 tahun terakhir dan tidak pernah diperbaiki.
“Masuk Jalan Kabupaten. Kalau diajukan itu sering, tapi mungkin dari Kabupaten belum ada anggarannya,” imbuhnya.
Setiap musim panen tebu, jalan rusak tersebut selalu dilewati truk tebu. Sehingga membuat kerusakan terus bertambah setiap waktu. Biasanya warga memperbaikinya dengan cara dirabat atau dicor.
“Makanya dari warga, bersepakat untuk meminta bantuan dari pengusaha tebu untuk perbaikan jalan,” tuturnya.
Perwakilan pengusaha tebu, Mistari mengaku tidak keberatan dengan kesepakatan tersebut. Karena menurutnya, hal tersebut secara tidak langsung membantu kelancaran pengusaha tebu dalam mengirim barangnya ke pabrik.
“Selain itu, akses masyarakat untuk menjadi lebih mudah. Kalau aksesnya mudah, akhirnya kan semua lebih enak,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


