Advertisement
Peristiwa Nasional

Haji 2026 Hari Ke-9: 47.834 Jemaah Tiba, Kemenhaj Tegaskan Keselamatan dan Aturan Bagasi

Memasuki hari ke-9 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, pemerintah menegaskan bahwa kelancaran pemberangkatan jemaah haji Indonesia tidak hanya diukur dari jumlah kloter yang terbang, tetapi juga dari disiplin keselamatan

TIMES Indonesia,
Haji 2026 Hari Ke-9: 47.834 Jemaah Tiba, Kemenhaj Tegaskan Keselamatan dan Aturan Bagasi
Kepala Biro Humas Kemenhaj Hasan Affandi. (Foto: Kemenhaj)
A-AA+

MALANG Memasuki hari ke-9 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, pemerintah menegaskan bahwa kelancaran pemberangkatan jemaah haji Indonesia tidak hanya diukur dari jumlah kloter yang terbang, tetapi juga dari disiplin keselamatan, kepatuhan aturan penerbangan, dan perlindungan jemaah di Tanah Suci.

Kepala Biro Humas Kemenhaj Hasan Affandi menyampaikan, hingga Selasa 28 April 2026, proses keberangkatan jemaah berjalan relatif tertib di tengah skala mobilisasi besar nasional. Secara kumulatif, sebanyak 122 kloter dengan 47.834 jemaah telah diberangkatkan dari berbagai embarkasi di Indonesia menuju Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 113 kloter dengan 44.315 jemaah telah tiba di Madinah dan mulai menempati hotel yang telah disiapkan pemerintah.

Advertisement

Data ini menunjukkan ritme operasional haji 2026 berjalan sesuai jalur, dengan mayoritas jemaah berhasil melalui proses embarkasi, penerbangan, hingga akomodasi awal tanpa hambatan signifikan. Petugas haji disebut siaga mendampingi jemaah sejak di bandara hingga hotel untuk memastikan transisi berjalan aman dan tertib.

Aturan Barang Bawaan Jadi Sorotan Penting

Di tengah tingginya volume penerbangan, Kemenhaj menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan barang bawaan menjadi isu krusial. Hasan Affandi mengingatkan bahwa larangan membawa bahan mudah terbakar, benda berbahaya, cairan melebihi batas, maupun barang titipan yang tidak diketahui isinya bukan sekadar persoalan administratif, melainkan bagian dari sistem keselamatan penerbangan internasional.

Pemerintah meminta seluruh jemaah lebih disiplin dalam pengemasan barang untuk menghindari keterlambatan, pemeriksaan tambahan, atau potensi gangguan keamanan penerbangan.

Kendala Teknis Pesawat, Kloter Tertunda Tetap Diberangkatkan

Kemenhaj juga memastikan sejumlah jemaah yang sempat mengalami keterlambatan akibat persoalan teknis pesawat telah diberangkatkan kembali.

Kloter SUB-16 yang sebelumnya tertunda, telah terbang pada 28 April 2026 pukul 24.00 WIB dan tiba di Madinah pukul 04.22 WAS. Sementara jemaah dari Batam yang mengalami penundaan akibat kendala serupa juga telah diberangkatkan sejak 27 April dan tiba dengan selamat di Madinah sehari kemudian.

Advertisement

Langkah ini menunjukkan pentingnya mitigasi teknis dalam operasional haji, mengingat ketepatan jadwal penerbangan sangat berpengaruh terhadap sistem layanan lanjutan di Arab Saudi.

Insiden Bus Jemaah di Madinah Jadi Peringatan Serius

Di balik kelancaran mayoritas proses, insiden kecelakaan bus antara rombongan SUB-2 dan JKS-1 di Madinah menjadi perhatian serius. Bus yang membawa rombongan jemaah dilaporkan mengalami tabrakan pada 28 April 2026 pukul 10.30 WIB.

Akibat kejadian tersebut, tujuh jemaah dari JKS-1, dua jemaah SUB-2, serta satu pengurus KBIHU mengalami luka. Hingga kini, satu jemaah asal SUB-2, Sri Sugihartini (60), masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Al-Hayat, Madinah.

Peristiwa ini mempertegas bahwa mobilitas jemaah selama kegiatan ziarah juga memerlukan standar pengawasan ketat, terutama bagi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Kemenhaj Ancam Cabut Izin KBIHU Nakal

Merespons insiden tersebut, Kemenhaj mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh KBIHU agar tidak mengabaikan koordinasi dengan petugas resmi, tidak menawarkan paket wisata di luar kepentingan ibadah, dan tidak melakukan pungutan tambahan kepada jemaah.

Hasan menegaskan, keselamatan dan kenyamanan jemaah merupakan prioritas utama. Pemerintah tidak akan ragu mencabut izin operasional KBIHU yang terbukti melanggar atau membahayakan jemaah.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa pengawasan penyelenggaraan haji 2026 tidak hanya berfokus pada aspek logistik, tetapi juga tata kelola layanan pembimbingan.

Layanan Inklusif untuk Jemaah Rentan

Kemenhaj juga menegaskan komitmennya menghadirkan layanan haji ramah lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan. Pendekatan ini penting mengingat karakteristik jemaah Indonesia yang didominasi kelompok usia lanjut, sehingga pelayanan kesehatan, transportasi, dan pendampingan menjadi fondasi utama keberhasilan operasional.

Dengan fase awal pemberangkatan yang terus berlangsung, pemerintah mengimbau seluruh jemaah menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, dan menjaga kekhusyukan ibadah agar seluruh rangkaian haji berjalan aman hingga puncak pelaksanaan.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia